SuaraKalbar.id - Warga Kalimantan Timur, dihebohkan dengan kemunculan beberapa ekor pesut di perairan Sungai MahakamTimur baru-baru ini.
Video kemunculan pesut ini viral di media sosial dan menjadi perbincangan di kalangan warganet
Kemunculan mamalia air tawar tersebut menggembirakan warga sekitar sungai lantaran keberadaannya yang sudah langka dan terancam punah.
Seorang warga berhasil mengabadikan kemunculan pesut di sekitar Sungai Mahakam. Beberapa ekor pesut tampak berenang dan melompat-lompat di permukaan sungai terbesar di Kalimantan Timur itu.
Dalam video yang diunggah oleh akun Twitter @BahriBpp dan @RheyKhabiza yang dilansir Suara.com pada Selasa (21/7/2020), warga bersorak sorai saat melihat kemunculan mamalia yang kini sudah jarang ditemukan lagi itu.
"Mantap, mantap, mantap. Banyak sekali pesutnya!" teriak warga dari pinggir sungai.
Pesut Mahakam atau dalam bahasa latin disebut Orcaella brevirostris adalah mamalia yang juga dijuluki sebagai lumba-lumba air tawar.
Pesut Mahakam mempunyai kepala berbentuk bulat (seperti umbi) dengan kedua mata yang kecil. Tubuh besut berwarna abu-abu dengan bagian bawah yang lebh tua. Yang membedakan dengan lumba-lumba adalah tubuh pesut yang tidak memiliki moncong.
Selain itu, jika lumba-lumba adalah mamalia air laut, pesut hidup di sungai-sungai daerah tropis, terutama di kawasan Asia Tenggara seperti Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irrawaddy.
Baca Juga: Update Covid-19 di Kepri 21 Juli: Pasien Sembuh Jadi 302 Orang
Namun, populasi pesut kini tengah terancam punah. Berdasarkan data tahun 2018, populasi hewan ini hanya tinggal 80 ekor saja yang hidup di sunga-sungai Kalimantan, membuat pesut menempati urutan tertinggi dari daftar satwa Indonesia yang terancam punah.

Di Kalimantan, populasi hewan ini terus menyusut akibat habitatnya terganggu, terutama makin sibuknya lalu-lintas perairan Sungai Mahakam, serta tingginya tingkat erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya.
Kelestarian Pesut Mahakam juga diperkirakan terancam akibat terbatasnya bahan makanan berupa udang dan ikan, karena harus bersaing dengan para nelayan di sepanjang Sungai Mahakam. Oleh karena itu, kemunculan pesut saat ini begitu disyukuri warga.
"Ini temen saya pun beruntung rekam langsung waktu kami kunjungan ke desa Pela Kota bangun Kukar bulan ini.. disana memang kita dapat melihat ikan pesut langsung pada pagi hari dan sore hari," cerita seorang warganet.
"Ini beruntung sekali yang bisa rekam kejadian langka lantaran populasi pesut mahakam dah kritis," timpal warganet.
"Ya ampuuun, aku seneng banget lihatnya. Karena dulu pernah membaca katanya pesut udah nggak ditemukan, bahkan di tahun 2019 ada beberapa ekor pesut yang mati .. huaaa sedihnya. Sekarang lihat mereka loncat loncat gitu, aku terharuu.... lestarilah pesut pesut Mahakam," kata wargnanet lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
BRI Tawarkan ORI030 dengan Kupon Tetap Hingga 7,00% per Tahun
-
BRI Optimalkan Sistem Keamanan untuk Menjaga Rekening Nasabah Tetap Aman
-
BRI Hadirkan ORI030, Investasi ORI dengan Kupon Tetap Hingga 7,00%
-
BRI Peduli Dorong KWT Bogor Naik Kelas Lewat Inovasi Olahan Pala
-
BRI dan Danantara Perkuat Fundamental, Cost of Fund Turun ke 2,33%