SuaraKalbar.id - Seorang warga Pontianak yang terjaring razia di warung kopi Kota Sintang pada Sabtu (7/11/2020) malam dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil swab Dinas Kesehatan Sintang.
"Pada saat itu, seluruh pengunjung warkop sekitar 250 orang dilakukan rapid test. Delapan orang yang hasil rapid testnya reaktif, menjalani pemeriksaan swab pada Senin (9/11/2020). Hasilnya, satu orang terkonfirmasi positif COVID-19," jelas dr Harysinto Linoh, Kepala Dinas Kesehatan Sintang saat dihubungi di Sintang, Selasa malam (10/11/2020), seperti dikutip dari kantor berita Antara.
Sebelumnya saat Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sintang melakukan razia, yang bersangkutan dinyatakan reaktif rapid test bersama delapan orang lainnya. Masing-masing lima dari Sintang, dan tiga dari Pontianak.
Disebutkan oleh dr Harysinto Linoh bahwa pengunjung yang dinyatakan positif COVID-19 warga dari daerah lain, sehingga dilakukan isolasi dan penanganan di daerah asal.
"Warga Pontianak itu setelah swab langsung pulang ke daerah asal menggunakan motor. Sudah kami informasikan ke Dinkes terkait untuk dilacak dan ditangani," jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sintang, Martin Nandung mengatakan bahwa dirinya sudah memerintahkan anggota untuk berkoordinasi dengan Polres dan BPBD terkait adanya pengunjung yang positif COVID-19 di salah satu warkop Kota Sintang.
"Tadi saya sudah perintahkan anggota untuk koordinasi dengan Polres dan BPBD untuk menutup warung kopi sementara mulai nanti malam. Nanti dimonitor," jelasnya.
Pjs Bupati Sintang Florentinus Anum mengatakan, pihaknya sudah lapor dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak.
Tim di sana akan melakukan tracking terhadap teman dan keluarga yang bersangkutan. Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar akan melakukan pelacakan terhadap keberadaan yang bersangkutan untuk dirawat di Kubu Raya.
Baca Juga: Semua Relawan Sudah Disuntik, Tim Peneliti Tinggal Tunggu Hasil Penelitian
"Warga yang bersangkutan akan segera dicari untuk diisolasi. Karena usai diswab langsung pulang ke Pontianak. Saya mengimbau agar yang bersangkutan untuk menyerahkan diri saja ke Dinas Kesehatan setempat untuk dirawat," jelasnya.
"Sementara itu, Warkop Aming Coffee ditutup sementara, selama tujuh hari dan Satgas akan lakukan sterilisasi," tegas Florentinus Anum.
Berita Terkait
-
Dari Ruang Belajar Hingga Potensi Lokal, PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha
-
Pontianak Infomedia Garap Pasar Komunitas lewat Kanal Berbahasa Mandarin
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
Kabut Asap Masih Selimuti Langit Pontianak
-
Pagi Hari Nongkrong di Warkop, Mengapa Petani Bojonegoro Sering Dikira Pengangguran?
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Dua Pilot Australia Selamat, Kru WNI Helikopter BNPB Jatuh di Sungai Barito Belum Ditemukan
-
Helikopter Super Puma BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Misi Water Bombing Karhutla
-
Penyelam Sempat Tersengat Listrik Saat Evakuasi Helikopter TNI, Ini Kondisi di Lokasi
-
3 Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Mi-17 di Kalteng, 2 Jenazah Dipulangkan
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM