"Kalau saya bisa panen dua kilogram perbulan. Tapi, ada juga teman di sini yang lebih dulu membuat rumah walet, sekarang dia bisa panen belasan kilogram per bulan. Sekarang, dia mungkin jadi orang paling kaya di kampung ini," jelasnya.
Meski begitu, Pak Itam bersyukur. Setidaknya, ia sudah senang dan tenang. Ia tak lagi bergelut dengan usaha kayu ilegal yang berisiko penjara. Hasil waletnya kini sudah bisa membiayai seluruh kebutuhan hidup keluarganya.
Investasi Jangka Panjang
Menurutnya, usaha rumah walet memang jenis usaha investasi jangka panjang. Hasilnya baru bisa dirasakan ketika sudah berjalan lima tahun. Itu pun belum pasti. Sebab, ada faktor luck yang jadi penentu.
Namun, Pak Itam menyatakan bahwa setiap usaha pasti punya risiko gagal. Dia meyakini, faktor keberuntungan juga bisa diciptakan. Tergantung kesungguhan dan keseriusan seseorang menjalani usaha. Baginya, kerja keras tak akan menghianati hasil.
"Kuncinya dalam berusaha, harus bersabar dan banyak belajar. Saya sudah pernah senang, jadi bos dan punya banyak uang. Ketika saya bangkrut, saya biasa saja. Karena dari awal saya juga tak punya apa-apa. Sekarang alhamdulilah, usaha saya berhasil, dan saya akan tetap akan terus berusaha,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim
-
Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000
-
DPR Desak Bea Cukai Bongkar Bos Rokok Ilegal, Jangan Cuma Kejar Pengecer
-
Sindikat BBM Ilegal di Jambi Terbongkar: 8 Tersangka Ditangkap, 22,8 Ton Minyak Disita!
-
Bea Cukai Jakarta Amankan 10,78 Juta Batang Rokok Ilegal
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan