Penuhnya tempat tidur ruang isolasi COVID-19 juga dialami beberapa rumah sakit swasta di Pontianak, bahkan ada pasien tak tertolong dan meninggal dunia saat masih menunggu penanganan medis di UGD.
Di media sosial facebook, instagram, dan grup WhatsApp, banyak informasi duka atas meninggalnya saudara, orang tua, keluarga, kerabat, teman dekat, dan lainnya. Mereka meninggal dalam perawatan di rumah sakit, masih di UGD, dan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Selain itu, sempat terjadi kekosongan pasokan oksigen di agen pengisian tabung oksigen. Keluarga pasien isoman antre untuk mendapatkan oksigen di agen pengisian yang dijual Rp30 ribu untuk setiap tabung isi 4 kilogram.
Permintaan pinjam tabung oksigen juga semakin banyak. Tabung oksigen berpindah tangan dari satu pasien isoman ke pasien isoman lain. Ada pasien isoman akhirnya meninggal dunia karena terlambat mendapatkan bantuan oksigen.
Pasien isoman juga kesulitan mendapatkan obat antivirus yang semestinya tersedia di puskesmas atau apotek. Ada pasien isoman yang dianjurkan pihak puskesmas agar mengonsumsi jamu, madu, dan vitamin untuk mengurangi gejala sakitnya.
"Saya hanya disarankan minum jamu, madu, dan vitamin, karena obat di puskesmas sudah habis," kata seorang warga yang menjalani isoman ketika itu.
Seorang warga lainnya, mendapat informasi ada apotek menjual paket obat COVID-19. Tetapi ketika didatangi, pihak apotek itu menyatakan paket obat sudah habis terjual.
Dalam suasana yang diliputi kecemasan selama beberapa hari itu, pada Jumat (9/7) menjelang petang, media massa online baik nasional maupun lokal memberi kabar bahwa Satgas COVID-19 merilis 15 daerah (wilayah) di luar Jawa dan Bali akan menerapkan PPKM Darurat mulai 12 Juli. Pontianak dan Singkawang masuk dalam 15 wilayah tersebut.
Berselang beberapa jam keluarnya berita, sekitar pukul 18.30 WIB, sejumlah ruas jalan di Pontianak mulai disekat aparat kepolisian. Road barrier yang berfungsi sebagai pembatas, juga mulai dipasang di beberapa jalan dalam kota.
Baca Juga: Pada Hari Berapa Pasien Covid-19 Paling Menular? Simak Hasil Studi Berikut
Penghalang jalan itu bertahan sekitar dua pekan di sejumlah titik jalan dalam Kota Pontianak. Seperti pada perempatan jalan Sultan Abdurrahman-Ahmad Yani-Gusti Sulung Lelanang-KH Ahmad Dahlan. Kemudian di pertigaan jalan Purnama-Sumatera Dalam-Sutoyo. Pembatas baru ditarik polisi pada 25 Juli ketika PPKM Darurat selesai.
Menyikapi status zona risiko tinggi COVID-19, Gubernur Sutarmidji menyatakan potensi varian baru sangat mungkin masuk ke Kalbar. Satgas COVID-19 Kalbar mengirim sampel untuk dilakukan pengecekan guna mengetahui apakah varian Delta telah masuk ke wilayah setempat. Sampai saat ini belum ada informasi terbarunya.
Sebagai tindakan antisipasi sebelum meluasnya penyebaran COVID-19 di Kalbar, Sutarmidji menyatakan pihaknya sudah menjaga Bandara Supadio dengan mewajibkan pendatang membawa hasil tes PCR ketika masuk Kalbar dari sejak awal pandemi tahun 2020.
Dia menyebut semakin meningkatnya COVID-19 di daerah ini, karena ada penumpang kapal masuk Kalbar melalui dermaga di luar pelabuhan. Penyebab lain adalah tidak ditutupnya perbatasan Kalbar dengan provinsi tetangga yang ketika itu tingkat keterjangkitannya sangat tinggi.
Pendatang yang masuk tanpa melalui tes antigen dan PCR, dapat dengan mudah lolos dari pantauan aparat.
Sementara aturan wajib PCR banyak ditentang masyarakat karena ketika diberlakukan biaya PCR masih di atas ketentuan pemerintah. Baru pada 17 Agustus lalu, Kementerian Kesehatan atas perintah Presiden Joko Widodo, menetapkan tarif PCR harus turun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026, UMKM Tetap Jadi Penopang Utama
-
Antisipasi Dampak Kemarau, Kemenhut Evakuasi Tiga Orangutan dari Permukiman Ketapang
-
Hery Gunardi Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Tegaskan Komitmen BRI untuk Ekonomi Kerakyatan
-
Semarak Merah Putih di Sofifi, BRI Dorong UMKM dan Potensi Ekonomi Desa
-
Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Negara Tetangga, Ini Kata BMKG