SuaraKalbar.id - Polres Kubu Raya akan melakukan penyelidikan terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi baru-baru ini. Hal itu lekas dilakukan lantaran jarak pandang sudah terbatas serta menetralisir api dengan tujuan agar tidak menjalar ke pemukiman warga.
“Untuk tim kita masih konsentrasi melakukan penanganan terhadap karhutla yang sudah muncul, dan kita lihat visibility pagi hari di sejumlah wilayah baik Kota Pontianak dan Kubu Raya sudah terganggu,” ujar Kapolres Kubu Raya AKBP Jerrold, melansir dari SuaraKalbar.co.id--Jaringan Suara.com, Selasa (1/3/2022).
Dirinya mengatakan selain konsen terhadap penanganan, tim pun melakukan inventarisir penyebab karhutla apakah dibakar secara sengaja atau lainya.
“Kami masih dalami, apakah karhutla yang terjadi ini dibakar dengan sengaja. Jika kita temukan itu tentu akan kami tindak secara hukum sembari kita melakukan penanganan kami juga melakukan langkah – langkah mencari apakah ada pelanggaran hukum,” katanya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran hutan dan lahan mengingat dampak yang ditimbulkan merugikan berbagai bidang terutama bidang kesehatan dan transporatasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Volume Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal
-
Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara
-
BRI Sambut Positif Penempatan Dana SAL, Fokus Dorong Pembiayaan UMKM