SuaraKalbar.id - Demi mengakomodir kebutuhan bahan bahar untuk nelayan dan masyarakat di pulau Lemukutan, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis merencanakan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah itu.
Adapun pembangunan SPBU bisa menggunakan skema kerja sama dengan pihak ketiga. Akan digawangi oleh Perusahaan Umum Daerah atau Perumda, yang kini tengah dibentuk.
“Mungkin kalau Perumda sudah jadi, akan saya realisasikan pembangunan SPBU untuk nelayan ini. Perumda bisa saja bangun SPBU untuk PAD,” ucap Bupati Darwis, melansir insidepontianak.com, jaringan suara.com, Selasa (16/3/2022).
Menurut Darwis, SPBU atau Pertashop di Pulau Lemukutan bisa menjawab masalah kriris bahan bakar yang selama ini dikeluhkan nelayan setempat, terutama bahan bakar solar yang selama ini sulit dicari.
Darwis juga menilai, SPBU di Kabupaten Bengkayang perlu ditambah, untuk memenuhi kebutan bahan bakar masyarakat Kabupaten Bengkayang. Khususnya di wilayah-wilayah strategis.
“Saat ini baru 9 SPBU, tersebar di beberapa kecamatan. Masih perlu ditambah. Karena yang ada belum cukup ideal. Apabila dilihat secara umum gambaran geografis Kabupaten Bengkayang, yang merupakan daerah perbatasan masih belum cukup,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Solar Subsidi untuk Nelayan Sulit Diperoleh, Nelayan Gorontalo Stop Melaut
-
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan Mengeluh, Susah Urus Surat Persetujuan Berlayar
-
Solar Langka di Siak, Ratusan Kendaraan Antri Berjam-jam di SPBU, Sopir Truk Mengeluh
-
4 Hari Pencarian, Tim SAR Temukan Jasad Nelayan Korban Tabrakan Kapal di Kepulauan Seribu
-
Tim SAR Berhasil Menemukan Jasad Nelayan Korban Kecelakaan Kapal di Kepulauan Seribu
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Gempa Bumi Flores, BRI Prioritaskan Keselamatan Nasabah dan Pekerja: BRI Peduli Salurkan Bantuan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Volume Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal