Scroll untuk membaca artikel
Bella
Rabu, 29 November 2023 | 13:19 WIB
Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Muh. Firdaus Agung Kunto Kurniawan (Dok Istimewa).
Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Muh. Firdaus Agung Kunto Kurniawan saat diwawancarai di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) Selasa (28/11/2023).

"Nah ini bagian dari kritik justru yang harus di diperhatikan atau ditunjukkan itu bagaimana benar benar ada manfaat bagi masyarakat pesisir pantai barat Sumatera Selatan, jawa ketika ada kawasan kali besar di Samudra hindia yang masih di dalam ZTE kita," kata Firdaus.

"Contohnya tadi kan kalau yang di Minahasa kan soal tuna, tuna itu ternyata kan anaknya banyak di perairan yang diusulkan jadi kawasan konservasi lepas pantainya gitu ya. Nah sekarang bagaimana itu kemudian memberi manfaat kepada masyarakat sekitarnya? Untuk penangkapan misalnya. Itu yang harus banyak dilihat," lanjutnya.

Beruntung, hingga saat ini menurut Firdaus potensi gesekan dengan masyarakat lokal terkait konservasi wilayah pesisir ini juga minim ditemukan.
"Tapi so far saat ini ya potensi konflik dengan masyarakat lokalnya masih belum begitu kelihatan ya (karena) jauh dari bibir pantai gitu, jauh dari halaman rumah dia," kata Firdaus.

Baca Juga: Mengenal Sosok Mansau, Panglima Burung asal Kalbar yang Ikut Andil dalam Pembuatan Lambang Burung Garuda

Load More