Suhardiman
Minggu, 18 Januari 2026 | 13:59 WIB
Alat musik Sape. [Ist]
Baca 10 detik
  • Kalimantan Barat memiliki ragam alat musik tradisional unik dari etnis Dayak dan Melayu, seperti Entebong dan Sape.
  • Beberapa instrumen seperti Entebong (Sekadau) dipukul, sementara Kurating dan Sape (Kapuas Hulu) dimainkan dengan cara dipetik.
  • Instrumen seperti Hadrah dibawa ulama Yaman, sementara Agukng dipercaya suku Dayak berfungsi mengusir roh jahat dan mendatangkan leluhur.

5. Kohotong

Kohotong sekilas terlihat seperti perpaduan antara terompet dan suling yang cara memainkannya dengan cara ditiup. Pada bagian luarnya terdapat motif yang menambahkan estetika dari alat musik ini, dan terdapat tujuh lubang yang dapat menghasilkan bunyi dan nada. Alat musik Kohotong terbuat dari kayu pohon liar atau dahan pohon Enau.

6. Hadrah

Hadrah atau Hadrah dibawa oleh seorang ulama besar dari negeri Yaman yang bernama Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al- Habsyi (1259-1333H/1839-1931 M), yang datang ke Indonesia dengan misi Dakwah.

Hadrah berbentuk bundar dan pipih yang merupakan khas suku Melayu. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan cara dipukul, tanpa menggunakan alat pemukul apapun. Hadrah biasanya digunakan untuk mengiringi nyanyian shalawat yang bertema keagamaan dan memiliki pesan sosial.

7. Agukng atau Gong

Agukng merupakan salah satu alat musik yang kerap dipakai dan dianggap sakral oleh suku Dayak. Instrumen ini dipercaya mampu mengusir roh jahat dan mendatangkan roh para leluhur atau makhluk gaib lainnya.

Agukng terdiri dari beberapa jenis dan ukuran dan dipakai dalam jumlah yang bervariasi. Agukng terbuat dari bahan campuran jenis logam dan mirip dengan gong pada gamelan Jawa. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan cara dipukul menggunakan stik  atau pemukul yang terbuat dari bahan kayu, di bagian ujungnya dilapisi dengan karet atau bahan lainnya.

8. Keledik/Kedire/Kadire

Berasal dari suku Dayak Kayang, yang banyak menetap di Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Instrumen tradisional ini dimainkan dengan cara ditiup. Material instrumen ini adalah bambu dan buah labu yang sudah tua berumur 5 hingga 6 bulan dan sarang kelulut (dikeringkan).

9. Senggayung

Senggayung merupakan sejenis alat musik tradisional dari Ketapang , Kalimantan Barat. Senggayung banyak dimainkan ketika masa musim buah di ladang dalam acara ngumpan buah.

Masyarakat Dayak percaya bahwa alat musik ini dicuri dari hantu Sampar pada saat musim buah. Oleh sebab itu, pembuatan dan permainan alat Senggayung tidak boleh dilakukan selain dalam musim buah (dengan syarat khusus), karena dapat mendatangkan bahaya penyakit Sampar. Material instrumen ini terbuat dari bambu, dimainkan oleh beberapa orang pemain berjumlah antara tiga sampai tujuh pemain atau lebih.

10. Terah Umat

Umat dalam bahasa Kalimantan artinya adalah besi., dengan cara memainkannya dengan cara dipukul, sehingga disebut dengan Terah Umat. Ukuran Sape sangat beragam, dengan panjang sekitar 120-125 cm, lebar ujung bawah 20-28 cm dan ketebalan 10-15 cm.

Load More