- Pemerintah Kota Pontianak resmi mengganti metode pembuangan sampah terbuka di TPA Batulayang menjadi sistem sanitary landfill yang lebih modern.
- Sistem baru ini dirancang untuk meminimalisir pencemaran lingkungan serta mengatasi masalah bau menyengat yang selama ini dikeluhkan warga sekitar.
- Keberhasilan pengelolaan sampah bergantung pada pengurangan volume dari sumber, kedisiplinan operasional, serta integrasi sistem dalam jangka waktu panjang.
SuaraKalbar.id - Gunungan sampah yang selama ini dibiarkan terbuka perlahan mulai ditinggalkan. Pemerintah Kota Pontianak kini menutup praktik open dumping di TPA Batulayang dan beralih ke sistem yang disebut lebih modern: sanitary landfill. Secara konsep, metode ini menawarkan pengelolaan yang lebih tertata—sampah tidak lagi dibiarkan terbuka, melainkan ditimbun dengan perlindungan tertentu agar tidak mencemari tanah dan air.
Namun perubahan ini memunculkan pertanyaan yang lebih besar. Apakah pergantian sistem ini benar-benar mampu menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menjadi masalah klasik kota, atau justru baru langkah awal dari pekerjaan yang jauh lebih kompleks?
Selama bertahun-tahun, open dumping menjadi metode yang paling sederhana sekaligus paling bermasalah. Sampah ditumpuk begitu saja tanpa pengolahan memadai, menghasilkan bau menyengat, air lindi yang mencemari lingkungan, serta gas berbahaya yang tidak terkontrol. Dalam konteks ini, peralihan ke sanitary landfill memang menjadi langkah maju. Sistem baru ini dirancang untuk mengendalikan dampak tersebut, mulai dari pengolahan air limbah hingga pengelolaan gas yang dihasilkan dari timbunan sampah.
Meski demikian, persoalan sampah tidak hanya berhenti di tempat pembuangan akhir. Justru, akar masalahnya berada pada jumlah sampah yang terus meningkat setiap hari. Selama produksi sampah tidak ditekan, tekanan terhadap TPA akan tetap tinggi, apa pun sistem yang digunakan. Dengan kata lain, perubahan metode pengelolaan belum tentu otomatis mengurangi beban yang harus ditanggung.
Di sisi lain, penerapan sanitary landfill juga menuntut konsistensi dan biaya yang tidak sedikit. Sistem ini membutuhkan pengelolaan yang disiplin, pengawasan berkelanjutan, serta kesiapan infrastruktur. Tanpa itu, perubahan yang diharapkan bisa saja tidak berjalan optimal dan berisiko kembali ke pola lama.
Bagi warga di sekitar TPA Batulayang, perubahan ini tentu membawa harapan baru. Bau yang selama ini menjadi keluhan diharapkan berkurang, begitu pula risiko pencemaran lingkungan. Namun dampak tersebut tidak selalu terasa seketika. Dibutuhkan waktu agar sistem baru benar-benar bekerja sesuai tujuan.
Peralihan ini pada akhirnya lebih tepat dilihat sebagai langkah awal, bukan garis akhir. Pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada teknologi di TPA, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat, pengurangan sampah dari sumbernya, serta sistem pengolahan yang terintegrasi.
Pontianak telah memulai perubahan penting dengan meninggalkan open dumping. Namun apakah langkah ini cukup untuk menyelesaikan masalah sampah, jawabannya masih bergantung pada bagaimana sistem baru ini dijalankan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Mulai Juli 2025, Seluruh Kawasan di Balikpapan Wajib Kelola Sampah Mandiri
Berita Terkait
-
Mulai Juli 2025, Seluruh Kawasan di Balikpapan Wajib Kelola Sampah Mandiri
-
Dugaan Pencemaran Laut, PT EUP: Kami Tetap Peduli pada Kesejahteraan Nelayan
-
Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik: Polisi Akan Panggil Neni Moerniaeni dan Saksi
-
Dugaan Pencemaran Nama Baik, Neni Moerniaeni Laporkan Udin Mulyono ke Polisi
-
Dugaan Pencemaran Limbah Batu Bara Terjadi di Kawasan Timur Balikpapan, Dewan Berkoar: Merugikan
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Saat Warga Kalbar Berbondong ke Emas, Benarkah Tabungan Biasa Mulai Ditinggalkan?
-
Rp170 Miliar Uang Negara Kasus Bauksit Diselamatkan, Tapi Kejati Kalbar Belum Tetapkan Tersangka
-
Kasus Korupsi Jalan Mempawah Kian Memanas, KPK Panggil Kadis PUPR dan 5 ASN Sekaligus
-
10.533 Voucher Telkomsel Hilang di TAP Sosok, Kerugian Capai Rp208 Juta
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun