- Dinas Pendidikan Kalimantan Barat memanggil pihak SMAN 1 Pontianak untuk membahas kontroversi teknis Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar.
- Gangguan pengeras suara memicu perbedaan kualitas audio antara dewan juri dan tayangan siaran langsung YouTube publik.
- Pihak sekolah disarankan mengajukan peninjauan kembali secara resmi kepada panitia lomba terkait validitas hasil perlombaan tersebut.
SuaraKalbar.id - Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat masih menjadi polemik dan terus memanas.
Dugaan adanya gangguan teknis saat perlombaan memicu perdebatan di media sosial dan memancing reaksi berbagai pihak.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie angkat bicara terkait kontroversi yang menyeret nama SMAN 1 Pontianak dalam ajang bergengsi tersebut.
Faisal mengaku pihaknya telah memanggil kepala sekolah beserta tim pendamping LCC 4 Pilar tingkat Kalbar untuk membahas persoalan tersebut.
"Saya sudah memanggil Kepsek SMAN 1 dan tim pendamping. Kita selesaikan sesuai ketentuan lomba dan harusnya bisa menunjukkan sikap kesatria terhadap lomba ini," katanya, melansir suarkalbar, Selasa, 12 Mei 2026.
Pihaknya juga meminta pihak SMAN 1 Pontianak dapat melakukan pengajuan resmi kepada panitia lomba untuk melakukan peninjauan kembali hasil perlombaan.
Gangguan Speaker Jadi Sorotan
Polemik bermula ketika muncul dugaan bahwa jawaban peserta tidak terdengar jelas oleh dewan juri akibat gangguan pengeras suara (speaker). Namun anehnya, suara peserta justru terdengar cukup jelas dalam siaran langsung YouTube yang beredar luas di media sosial.
Perbedaan kualitas audio antara perangkat juri dan tayangan live streaming itulah yang kemudian memunculkan tanda tanya publik. Banyak warganet mempertanyakan validitas penilaian dan meminta adanya evaluasi terbuka terhadap hasil perlombaan.
Situasi ini semakin panas setelah cuplikan video lomba viral dan menuai berbagai komentar. Sebagian masyarakat menilai persoalan teknis tidak boleh merugikan peserta, apalagi ajang tersebut menjadi pintu menuju kompetisi nasional.
Berita Terkait
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Karhutla Mengganas di Kalbar, Asap Tebal Selimuti Ketapang
-
Sumbang 27 Persen Luas Karhutla Nasional, Kalimantan Barat Jadi Percontohan Peta Risiko Baru
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Detik-detik Ustaz Abdul Somad Diadang Warga di Kutai Barat, Ada yang Naik ke Kap Mobil
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara
-
BRI Sambut Positif Penempatan Dana SAL, Fokus Dorong Pembiayaan UMKM
-
BRI Catat Setoran Pajak Rp8,1 Triliun pada Kuartal I 2026, Pengamat Soroti Peran Danantara
-
BRI Dukung Program 3 Juta Rumah dengan Pembiayaan FLPP dan KPP
-
Sebuah Bukti Dedikasi: Mantri BRI Ini Hadir Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud