Suhardiman
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran lahan di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (22/8/2026). [Suara.com/ Maria]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kebakaran hutan di Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
  • Kunjungan tersebut dilaksanakan di tengah kualitas udara sangat tidak sehat akibat kabut asap tebal dari kebakaran lahan.
  • Dampak bencana menyebabkan warga mengalami gangguan kesehatan, kekurangan air pemadam, dan peliburan aktivitas sekolah anak-anak.

SuaraKalbar.id - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (22/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Presiden didampingi oleh Kapolri, Panglima TNI, serta jajaran Forkopimda Kalbar. Kunjungan ini dilakukan di tengah kondisi kualitas udara yang sangat memprihatinkan akibat paparan kabut asap yang kian memburuk.

Berdasarkan data pantauan IQAir di stasiun Greenpeace Indonesia (GP_PNK), Indeks Kualitas Udara (AQI) di wilayah Pontianak dan sekitarnya berada pada angka 272 AQI US dengan konsentrasi polutan utama PM2.5 mencapai 197.0 µg/m³, yang masuk dalam kategori "Sangat Tidak Sehat".

Data riwayat harian IQAir juga mencatat kualitas udara di wilayah ini sempat memburuk hingga menyentuh angka 274 AQI US.

Berdasarkan pantauan langsung, Prabowo tampak melihat secara langsung kondisi lahan yang terbakar dan melihat sistem kerja beberapa mesin pemadam yang telah disiapkan.

Kanda Abdul Rojak, warga Desa Arang Limbung, menuturkan bahwa api sudah membakar kawasan tersebut selama dua minggu tanpa kepastian kapan akan padam sepenuhnya.

"Kebakaran sudah 2 minggu. Belum padam (api kebakaran). Kemarin ada padam sebentar, kemudian hidup lagi," kata Abdul.

Ia membeberkan bahwa asap tebal telah berdampak langsung pada kondisi fisiknya.

"Ya, ada rasa sakit mata juga," tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Datang ke Titik Karhutla Kubu Raya, Minta Pemadaman Dipercepat

Mengenai kehadiran Presiden di desanya, Abdul berharap ada solusi nyata yang dihadirkan pemerintah.

"Bagaimana kampung kami lebih baik lagi daripada yang sebelumnya. Harapannya bisa tertanggulangi secepatnya. Tidak asap ini mengganggu masyarakat juga," harapnya.

Kesulitan serupa dirasakan Ramnah dan Asnah, warga Desa Arang Limbung lainnya. Ketersediaan air yang minim membuat upaya pemadaman di tingkat lokal mengalami kendala besar, sehingga warga hanya bisa berharap pada faktor cuaca.

"Tidak ada air. Air itu gak ada. Semoga ada hujan. Berdo'a kepada Allah. Semoga ada hujannya. Seandainya ada hujan, mungkin apinya sudah padam," pasrah Ramnah dan Asnah.

Meski demikian, Ramnah mengaku gembira karena Presiden mau turun langsung melihat kondisi pemukiman mereka yang terkepung asap.

"Sangat senang sekali. Biasanya kita lihat di TV sekali ini, kita melihat wajahnya. Lihat tempat kebakar. Supaya bagaimana bisa dia mengatasi kami. Harapan kami cukup, bagaimana ya bantu kamilah," ucapnya.

Load More