Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani
Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli ke Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (23/10/2026). (Dok: BRI)

SuaraKalbar.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus membuka kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman kerja sebagai bekal memasuki dunia profesional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi perseroan dalam mendukung keberhasilan Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yang memberikan kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi atau fresh graduate untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di dunia industri.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli ke Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (23/10/2026). Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meninjau langsung pelaksanaan program magang di BRI, berdialog dengan peserta dan mentor, serta bertemu dengan sejumlah alumni program yang kini telah bergabung dan berkarya di lingkungan BRI.

“Di BRI, peserta magang tidak sekadar mengamati. Mereka diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pekerjaan, belajar bersama mentor, serta memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan diterapkan dalam dunia kerja. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk membangun karier, baik di BRI maupun di berbagai perusahaan dan industri lainnya,” ujar Hery.

Tahun 2026 menjadi kali kedua BRI berpartisipasi dalam penyelenggaraan Program Magang Nasional. Sejak pertama kali mengikuti program tersebut pada 2025, BRI telah menjadi ruang belajar bagi 1.354 peserta. Sebanyak 571 peserta mengikuti tiga batch pada 2025, sementara pada penyelenggaraan tahun ini terdapat 783 peserta yang aktif mengikuti program di BRI.

Dari 783 peserta tersebut, sebanyak 436 peserta ditempatkan di 65 grup Kantor Pusat BRI, antara lain pada bidang teknologi informasi, manajemen risiko, wealth management, hingga bisnis ultramikro. Sementara itu, 347 peserta lainnya tersebar di 17 Regional Office BRI, mulai dari Medan hingga Jayapura.

Hery mengatakan bahwa penyebaran peserta hingga ke berbagai daerah merupakan bagian dari upaya BRI untuk memperluas akses terhadap pengalaman kerja bagi generasi muda, sehingga kesempatan mengikuti program magang tidak hanya terpusat di Jakarta maupun kota-kota besar.

Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan secara terarah, BRI menyiapkan kurikulum BRILiaN Internship Assistant Program. Melalui kurikulum tersebut, peserta dibekali berbagai kompetensi, mulai dari pengolahan dan analisis data, administrasi operasional, komunikasi efektif, pengetahuan perbankan, penyusunan laporan, hingga penerapan keilmuan masing-masing di unit kerja.

Selain proses pembelajaran, hasil program magang juga mulai terlihat dari perjalanan peserta tahun pertama. Dari 571 alumni tahun 2025, sebanyak 133 orang kini telah direkrut untuk bekerja di lingkungan BRI.

Hery menegaskan bahwa keberhasilan program magang tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang kemudian direkrut oleh BRI. Menurutnya, tujuan yang lebih besar adalah memastikan para peserta memiliki kompetensi, pengalaman, etos kerja, dan kepercayaan diri yang lebih kuat ketika memasuki dunia profesional.

Baca Juga: BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian

“Bagi kami, yang terpenting adalah setelah menyelesaikan program ini mereka memiliki bekal yang semakin kuat untuk menghadapi dunia kerja. Apa pun pilihan karier mereka ke depan, kami ingin pengalaman selama berada di BRI memberikan nilai tambah bagi perjalanan profesional mereka,” lanjut Hery.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi pelaksanaan Program Magang Nasional yang dijalankan oleh BRI, terutama dari sisi pendampingan mentor dan penyusunan program pembelajaran yang terstruktur selama enam bulan.

Menurutnya, mentor di BRI berperan aktif dalam merancang secara rinci proses pembelajaran peserta, mulai dari kompetensi yang perlu dipelajari, praktik kerja yang dijalankan, hingga proyek yang dikelola selama masa magang. Proses tersebut diharapkan dapat mempersiapkan peserta untuk mengikuti sertifikasi profesi pada akhir program.

“Saya mengapresiasi BRI karena programnya dirancang dengan sangat baik. Mentor membantu menyiapkan secara detail selama enam bulan peserta akan belajar apa, mempraktikkan apa, dan mengelola proyek apa. Harapannya, sampai akhir bulan keenam mereka sudah memiliki pengalaman dan kompetensi yang cukup untuk memasuki dunia kerja,” ujar Yassierli.

Sebagaimana diketahui, Program Magang Nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi, serta memahami kebutuhan dunia industri secara langsung. Pada 2026, program tersebut menargetkan 150 ribu peserta untuk mendapatkan kesempatan magang dan pengalaman kerja selama enam bulan. Melalui proses tersebut, peserta diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia industri setelah menyelesaikan program.

“Bagi BRI, keterlibatan dalam Program Magang Nasional merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia. Sebagai perusahaan yang memiliki jaringan luas hingga berbagai wilayah dan melayani jutaan pelaku UMKM, BRI memandang pengembangan human capital sebagai bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Hery Gunardi. ***

Load More