SuaraKalbar.id - Petenis Australia Nick Kyrgios didenda 14.000 dolar AS atau setara Rp208 juta setelah membanting dua raket usai dirinya kalah lima set melawan Karen Khachanov dalam pertandingan US Open, Selasa lalu.
Kesal, Nick dengan sekeras-kerasnya, membantingkan dua raketnya ke lapangan Stadion Arthur Ashe.
“Rasanya seperti memenangkan semuanya atau tidak sama sekali, jujur saja,” kata Kyrgios.
Sanksi yang diterimanya kali ini, adalah sanksi kelima Kyrgios dari turnamen ini setelah sebelumnya dihukum karena berkata kasar dan meludah.
Baca Juga:Nick Kyrgios Didenda Rp208 Juta karena Banting Raket Setelah Kalah di US Open 2022
Kini, total dendanya yang diterimanya adalah 32.500 dolar AS (Rp483 juta).
Namun, jumlah tersebut tak ada artinya jika dibandingkan dengan total hadiah yang didapatnya, yakni sebesar 445.000 dolar AS (Rp6,62 miliar).
Sebelumnya, Runner-up Wimbledon itu digadang-gadangkan sebagai calon juara baru US Open namun kalah 7-5, 4-6, 7-5, 6-7 (3/7), 6-4 dari Khachanov dan ini membuatnya terasa "hancur".
"Saya merasa seperti gagal total dalam turnamen ini. Seperti itulah rasanya." ungkapnya, kesal.
Sementara, Petenis Rusia Karen Khachanov mencapai semifinal Grand Slam pertamanya di US Open dengan kemenangan 7-5 4-6 7-5 6-7(3/7) 6-4 atas petenis populer asal Australia Nick Kyrgios.
Baca Juga:US Open 2022: Carlos Alcaraz Sebut Laga Lawan Jannik Sinner Terbaik Sepanjang Karirnya
Khachanov, unggulan ke-27, melepaskan 30 ace dan total 63 winner melewati runner-up Wimbledon Kyrgios pertandingan yang berlangsung di Arthur Ashe Stadium, Selasa malam waktu setempat atau Rabu siang WIB.
Petenis berusia 26 tahun itu, kemudian akan menghadapi unggulan kelima Casper Ruud dari Norwegia untuk memperebutkan satu tempat di final.
"Saya berhasil, teman-teman. Akhirnya, Anda menunjukkan cinta kepada saya," kata Khachanov.
"Itu adalah pertandingan gila yang saya perkirakan akan seperti ini. Saya siap berlari, bertarung untuk memainkan lima set. Kami bermain hampir empat jam, dan itulah satu-satunya cara untuk mengalahkan Nick." lanjutnya.
Petenis Rusia itu mengatakan dia "nothing to lose" ketika dia menghadapi runner-up French Open Ruud.
"Saya ingin memenanginya. Tapi, semakin ingin, ekspektasi semakin meningkat. Saya melakukan langkah maju, saya mencapai semifinal pertama saya dan saya pikir saya nothing to lose." katanya. Antara