SuaraKalbar.id - Tim nasional U-17 Indonesia usai ditundukkan Malaysia dengan skor 1-5 pada laga terakhir Grup B fase kualifikasi Piala Asia U-17 2023 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Minggu malam.
Kekalahan itu membuat peluang Indonesia lolos ke Piala Asia U-17 2023 sangat kecil karena mesti masuk ke jajaran enam "runner up" terbaik dari 10 grup.
Pelatih tim nasional U-17 Indonesia Bima Sakti menegaskan bahwa kekalahan telak skuadnya dari Malaysia menjadi tanggung jawab dirinya dan staf pelatih.
"Ini kesalahan dari staf pelatih," kata Bima usai pertandingan di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.
Baca Juga:Sebut Nasib Timnas U-17 Indonesia Kurang Baik, Pelatih Malaysia: Timnya Bagus
Salah satu kekeliruan yang dibuatnya sebagai pelatih, kata Bima Sakti, adalah terlalu memaksakan mayoritas pemain di skuadnya untuk bermain pada empat pertandingan Grup B, yang cuma berjarak satu hari perlaga.
Pada partai kontra Malaysia, Bima menurunkan tujuh pemain yang tak pernah tergeser dari sebelas pertama pada tiga laga sebelumnya di daftar "starting eleven" yaitu Andrika Fathir (kiper), Habil Abdillah, Sulthan Zaky, Muhammad Riski Afrisal, Muhammad Kafiatur Rizky, Arkhan Kaka dan Rizdjar Subagja.
Menurut Bima, seharusnya dirinya mengistirahatkan para pemain utama pada pertandingan pertama versus Guam, Senin (3/10), yang dimenangkan Indonesia dengan skor 14-0 demi menjaga kebugaran mereka.
Pada akhirnya, hasil melawan Guam tidak dihitung untuk penentuan enam peringkat kedua terbaik Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 karena lawannya itu berada di posisi kelima klasemen akhir Grup B.
"Satu jam sebelum laga Guam, sebenarnya kami mau mengubah susunan pemain untuk menurunkan pemain dari 'bench' (bangku cadangan-red). Namun, kami mengambil keputusan yang aman. Jadi, bisa saja kami kalah dari Malaysia karena pemain kelelahan," ujar Bima.
Baca Juga:Bantai Timnas Indonesia 5-1, Media Malaysia: Kemenangan Mudah, Tapi Tak Terduga
Bima Sakti pun berjanji akan mengevaluasi hal tersebut demi perkembangan skuad asuhannya.