Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Kamis, 10 September 2020 | 15:34 WIB
Dokter COVID-19 Transgender, Beoncy Laishram. (ist)
Dokter COVID-19 Transgender, Beoncy Laishram. (ist)

Beoncy Laishram menyadari banyak orang terkejut mengetahui fakta jika ia dulu adalah laki-laki.

"Beberapa orang terkejut, tapi hanya sebentar," tambahnya.

Mural bergambar tenaga medis di Turki. (Anadolu Agency/ Serkan Avci)

Beoncy Laishram bersyukur tempatnya saat ini hidup menerima kehadirannya dan tak pernah mempermasalahkan statusnya sebagai transgender.

Dia jadi dokter sejak November 2019. Tidak ada diskriminasi dan kebencian di sana.

Baca Juga: 77 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19, RSUD Sragen Ditutup

"Semua rekan saya memperlakukan saya sebagai teman,” kata Beoncy.

Kisah heroik Beoncy Laishram dimulai ketika ia banyak membantu masyarakat kurang mampu yang sulit mendapat akses kesehatan.

Perjalanan hidupnya di masa lalu tidak mulus. Ayahnya yang berprofesi sebagai sopir bus sempat mengancam bunuh diri.

Tenaga medis malaysia beri dukungan untuk garda depan Covid-19 Indonesia. (Twitter)

Begitu pula dengan kakaknya yang sulit menerima keputusan Beoncy.

“Teman-teman menjadi kasar, mereka mengejek saya kemanapun saya pergi. Saya memilih berdiam di kamar untuk menghindari penyiksaan mental,” ujarnya.

Baca Juga: Datang dari Daerah, 1.174 Nakes Dikontrak Pemprov DKI Hadapi Corona

Namun Beoncy menyadari itu adalah bagian dari perjuangannya.

Load More