- Penurunan berat badan 15 kg idealnya membutuhkan waktu 4 hingga 7 bulan dengan target aman 0,5 hingga 1 kg per minggu.
- Kunci utama program ini adalah defisit kalori sehat melalui makanan bergizi seimbang serta kombinasi latihan kardio dan kekuatan.
- Aspek penting lain mendukung keberhasilan meliputi tidur berkualitas 7-8 jam dan manajemen stres yang efektif untuk keseimbangan hormon.
SuaraKalbar.id - Menurunkan berat badan dari 60 kg ke 45 kg adalah target besar yang harus ditempuh dengan strategi sehat dan terukur. Artikel ini menyajikan pendekatan empiris dan sistematis berbasis prinsip gizi seimbang, fisiologi olahraga, dan perubahan perilaku, agar hasilnya aman, efektif, dan bertahan lama. Cocok untuk Anda yang ingin kurus tanpa menyiksa tubuh.
Apakah Target Ini Realistis?
Turun 15 kg membutuhkan waktu. Rekomendasi aman adalah 0,5–1 kg per minggu. Artinya, perjalanan ini idealnya 4–7 bulan. Kecepatan bisa berbeda tergantung usia, tinggi badan, komposisi tubuh, hormon, dan konsistensi kebiasaan.
1. Atur Pola Makan dengan Defisit Kalori Sehat
Kunci utama penurunan berat badan adalah defisit kalori, bukan kelaparan.
Prinsip praktis:
- Porsi kecil tapi sering (3 makan utama + 2 camilan)
- Perbanyak protein (telur, ikan, dada ayam, tahu-tempe)
- Pilih karbohidrat kompleks (beras merah, oats, kentang)
- Lemak sehat secukupnya (alpukat, kacang, minyak zaitun)
- Serat tinggi dari sayur & buah
Hindari minuman manis, gorengan berlebih, ultra-processed food.
2. Jadwal Olahraga yang Efektif & Aman
Gabungkan kardio + latihan kekuatan agar lemak turun dan otot tetap terjaga.
Contoh mingguan:
- Kardio (jalan cepat/jogging/sepeda): 30–45 menit, 4–5x/minggu
- Strength training (full body): 20–30 menit, 2–3x/minggu
- Aktivitas ringan harian (NEAT): naik tangga, jalan kaki
3. Tidur & Manajemen Stres
Kurang tidur meningkatkan hormon lapar (ghrelin) dan menurunkan hormon kenyang (leptin).
Targetkan:
Tidur 7–8 jam per malam
Kelola stres: meditasi ringan, journaling, napas dalam
Berita Terkait
-
Takut PBI Mendadak Nonaktif? Ini Cara Cek Status Keaktifan BPJS Kesehatan Pakai HP
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya
-
Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Tidak Aktif? Trending di X, Ini Penjelasannya
-
86% Orang Indonesia Yakin 2026 Jadi Tahun Paling Sehat? Ini Rahasianya!
-
7 Manfaat Menghirup Udara Pagi Hari untuk Kesehatan Tubuh dan Mental
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
Terkini
-
Pemkot Pontianak Izinkan Pesta Kembang Api Terpusat di Jalan Gajah Mada saat Imlek
-
Bandara Lombok Perketat Pengawasan Penumpang Antisipasi Virus Nipah
-
Pengiriman Narkotika Jaringan Antar Pulau Digagalkan, 15,7 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi Disita
-
Ibu dan Anak WN Taiwan Dideportasi dari Taiwan karena Langgar Peraturan Keimigrasian
-
Waspada! Kanker Usus Besar Mengintai Usia Muda, 30 Persen Pasien Berusia di Bawah 40 Tahun