SuaraKalbar.id - Cuti bersama dan liburan panjang akhir Oktober sudah di depan mata. Tak perlu ke luar kota, staycation di rumah saja bisa jadi pilihan.
Mengingat masa liburan kali ini masih diliputi pandemi Covid-19. Liburan di rumah dinilai lebih aman.
Sebagaimana yang disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr. Reisa Brotoasmoro kali ini.
Reisa menyarankan masyarakat untuk melakukan staycation (stay vacation) atau berlibur di rumah saja ketimbang pergi ke tempat wisata.
Menurutnya, staycation ini bisa menjadi pilihan terbaik karena dinilai paling aman dan masyarakat dapat mengendalikan lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan, dapat melakukan hal-hal positif lainnya bersama seluruh anggota keluarga.
Dia pun memberikan tips staycation yang bermanfaat selama liburan di rumah saja, salah satunya dengan membersihkan rumah bersama keluarga. Dengan cara ini, selain rumah menjadi bersih dan rapi, juga turut membuat kedekatan keluarga semakin harmonis.
“Rumah dibersihkan dan didesinfeksi secara rutin. Pastikan peredaran udara segar dan lancar dengan membuka ventilasi atau jendela, biarkan sinar matahari masuk,” ujanya dalam pernyataannya seperti dikutip dari laman Satgas Covid-19, Sabtu (24/10/2020).
Menurut Reisa, masih banyak hal yang dapat dilakukan saat staycation bersama keluarga, misalnya melakukan tur virtual ke tempat-tempat wisata seperti museum dan sejenisnya.
Bisa juga memanfaatkan internet untuk menonton konser musik, film atau membuat permainan seru bersama anggota keluarga, atau bahkan berolahraga bersama.
Baca Juga: Jelang Libur Panjang, Kasus Positif Covid-19 di Bali Jadi 11.520 Orang
“Untuk olahraga ini, kami sudah pernah menyampaikan pedoman dari Kementerian Pemuda dan Olahraga opsi melakukan olahraga di rumah sebagai opsi terbaik. Yoga misalnya, senam atau mempraktekkan stretching dan angkat beban,” terang dia.
Namun bila masyarakat memutuskan untuk berolahraga di luar rumah, dr. Reisa menekankan untuk tetap memperhatikan intensitasnya. Untuk tingkat intensitas ringan, disarankan tetap memakai masker dan menjaga jarak aman.
Meski demikian, bagi masyarakat yang tetap memutuskan dengan sangat matang untuk bepergian ke luar kota, Pemerintah mengingatkan agar memilih moda transportasi yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Misalnya pesawat terbang atau kereta api.
“Bagi yang memakai transportasi umum, pastikan jadwalnya sudah dipilih dari jauh hari, agar dapat menjauhi kerumunan atau bahkan antrian panjang. Dalam perjalanan wajib memakai masker, hindari makan atau minum, hindari mengobrol panjang di bus atau kereta,” beber dia.
Untuk masyarakat yang bepergian dan harus menginap, maka pilihlah hotel atau akomodasi yang patuh dan disiplin menerapkan sanitasi dan protokol kesehatan.
Sementara itu, untuk masyarakat yang tetap bekerja di luar rumah selama masa libur panjang, tetap ikuti protokol kesehatan atau arahan Satgas Covid-19 tingkat perusahaan. Tetap melaporkan bagi karyawan yang bepergian keluar kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Sekretaris dan Bendahara Bawaslu Pegunungan Arfak Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah
-
Jangan Sepelekan Suara Serak, Ini Penjelasan Dokter
-
Transaction Banking BRI Tumbuh Kuat, Perkuat Struktur Pendanaan dan Dana Murah Perseroan
-
Bibit Siklon Tropis 90S Berpotensi Jadi Badai, Ini Peringatan BMKG
-
Gangguan Bicara Bisa Jadi Tanda Masalah Pendengaran Anak, Ini Penjelasan Dokter