- Ribuan hingga jutaan ikan di keramba Sungai Mempawah, Kalimantan Barat, mati massal sejak Rabu, 10 Juni 2026.
- Kejadian ini menimbulkan kerugian ekonomi miliaran rupiah bagi para pembudidaya ikan yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
- KADIN Mempawah mendesak pemerintah daerah melakukan investigasi ilmiah mendalam untuk mengungkap penyebab pasti agar mitigasi segera dilakukan.
SuaraKalbar.id - Kematian massal ikan dalam keramba apung di aliran Sungai Mempawah, Kalimantan Barat, memicu kekhawatiran luas di kalangan pembudidaya dan pelaku usaha perikanan. Ribuan hingga jutaan ekor ikan dilaporkan mati sejak Rabu (10/6/2026), menyebabkan kerugian besar yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Pemandangan yang biasanya dipenuhi aktivitas pembudidaya berubah menjadi hamparan ikan yang mengapung di permukaan sungai. Sebagian ikan terlihat lemas sebelum akhirnya mati, sementara para pemilik keramba hanya bisa menyaksikan hasil budidaya yang selama berbulan-bulan mereka pelihara hilang dalam waktu singkat.
Peristiwa ini mendapat perhatian Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Mempawah. Ketua KADIN Mempawah, M. Husni Thamrien, mendesak Pemerintah Kabupaten Mempawah segera melakukan investigasi menyeluruh untuk menemukan penyebab pasti kematian massal tersebut.
Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat yang menggantungkan hidup dari budidaya ikan air tawar.
"Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui dinas terkait mesti segera turun tangan. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut. Temukan akar masalahnya agar ke depan dapat dilakukan langkah mitigasi yang tepat," ujarnya.
Bukan Kejadian Pertama
Yang membuat kasus ini semakin serius adalah fakta bahwa kematian massal ikan di Sungai Mempawah disebut bukan pertama kali terjadi.
Husni Thamrien mengungkapkan fenomena serupa pernah terjadi beberapa kali sebelumnya. Namun hingga kini belum ada penjelasan komprehensif yang mampu menjawab secara pasti penyebab utama kejadian tersebut.
Akibatnya, para pembudidaya terus hidup dalam ketidakpastian. Mereka harus menghadapi risiko kerugian besar setiap kali fenomena serupa kembali muncul.
Baca Juga: Kasus Korupsi Jalan Mempawah Kian Memanas, KPK Panggil Kadis PUPR dan 5 ASN Sekaligus
Hingga saat ini penyebab pasti kematian massal ikan di Sungai Mempawah masih belum diumumkan.
Dalam berbagai kasus kematian ikan keramba yang pernah terjadi di Indonesia, penyebabnya sering berkaitan dengan penurunan kadar oksigen terlarut dalam air, perubahan kualitas air secara mendadak, fenomena upwelling (umbalan), hingga perubahan cuaca ekstrem yang memengaruhi kondisi perairan.
Karena itu KADIN Mempawah meminta pemerintah daerah tidak hanya melakukan pemeriksaan lapangan biasa, tetapi juga melibatkan penelitian ilmiah yang lebih mendalam, termasuk kemungkinan meminta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Bagi masyarakat Mempawah, budidaya ikan keramba bukan sekadar usaha sampingan. Sektor ini telah menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak keluarga. Karena itu, kematian massal ikan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan ekonomi dan sosial.
Jika penyebabnya tidak segera diketahui dan dicegah, para pembudidaya berisiko menghadapi kerugian berulang yang dapat mengancam keberlangsungan usaha mereka. Saat ini perhatian masyarakat tertuju pada langkah pemerintah daerah dalam mengungkap penyebab kematian massal tersebut.
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Jalan Mempawah Kian Memanas, KPK Panggil Kadis PUPR dan 5 ASN Sekaligus
-
7 Daya Tarik Hutan Mangrove Mempawah: Wisata Edukasi Murah, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
50 Tim Melaju ke Semifinal Festival Sahur-Sahur 2026 di Mempawah, Ini Daftar Lengkapnya
-
Festival Sahur-Sahur ke-23 Tahun 2026 Siap Semarakkan Ramadan di Mempawah, Catat Tanggalnya
-
Mempawah Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla 2026, Antisipasi Ancaman Kabut Asap Sejak Dini
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian
-
Dari Investor Global hingga UMKM, BRI Bangun Koneksi Bisnis Lintas Negara