SuaraKalbar.id - Di tanggal cantik ini, Tokopedia berkolaborasi bersama OVO dan Grab menghadirkan program OVO BOOM (Belanja OVO Mania) 11.11 yang berlangsung mulai dari tanggal 9-11 November 2020.
Ada banyak keuntungan yang diberikan bagi para pengguna seperti Cashback 90 persen berupa OVO Points dengan berbelanja menggunakan OVO untuk layanan GrabFood, Tokopedia dan merchant OVO sendiri bagi pengguna yang pertama kali bertransaksi menggunakan OVO di masing-masing platform.
Bagi pengguna setia, OVO menawarkan promo cashback 50 persen di berbagai merchant yang berpartisipasi serta Deals Buy 1 Get 1 yang bisa didapatkan di aplikasi OVO.
Sementara Tokopedia juga menawarkan cashback hingga Rp350 ribu dan voucher gratis ongkos kirim dari GrabExpress untuk jasa pengantarannya. Selain voucher GrabExpress, Grab juga menawarkan promo cashback 50 persen untuk layanan GrabCar, GrabBike, GrabFood, dan GrabMart.
Promo 11.11 Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas yang jatuh hari Rabu, 11 November 2020 semakin meriah dengan deretan promo dan diskon menarik yang dihadirkan oleh beragam toko online/ offline maupun e-commerce di Indonesia.
Tak heran jika hari ini ditunggu-tunggu oleh banyak masyarakat untuk berbelanja berbagai kebutuhannya.
Asal usul 11.11
Di China, tanggal cantik 11.11 atau 11 November dikenal sebagai Single Day atau Hari Jomblo. Hari Jomblo tersebut jatuh bertepatan dengan ajang belanja online 24 jam terbesar di dunia atau dikenal dengan istilah Hari Belanja Online Nasional jika di Indonesia.
Pada 2019 lalu, sebanyak 1,9 miliar produk dipesan dan dikirim di hari yang sama, dan di 2020 kali ini karena pandemi Covid-19, diprediksi rekor belanja online akan melampaui angka tahun sebelumnya.
Baca Juga: Promo 11.11, Merek Fashion Lokal Ini Kasih Diskon Hingga 90 Persen
"Kami mengantisipasi pembatasan internasional (karena pandemi), yang sedang berlangsung akan menyebabkan perubahan pola belanja, berati konsumen China akan membeli barang mewah secara online," ujar Michael Norris, Periset Pasar Agency China, mengutip BBC, Rabu (11/11/2020).
Sejarah Single Day China
Hari jomblo di China ini disebut-sebut berkembang sebagai respon dari perayaan Valentine yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang telah berpasangan.
Pada 1990-an, empat mahasiswa lelaki Universitas Nanjing membahas bagaimana agar tidak menjalani keseharian sebagai lajang dan monoton, yaitu dengan belanja online.
Dari sana kemudian perayaan ini meluas di masyarakat Tiongkok dan berkat internet dan media sosial, perayaan ini menyebar ke seluruh dunia. Masyarakat China tidak hanya berbelanja online di dalam negeri tapi juga dari luar negeri.
Setelahnya perayaan ini dimanfaatkan perusahaan e-commerce raksasa Alibaba pada 2009, yang mengubah 11.11 bukan hanya sebagai perayaan para jomblo, tapi memanjakan semua orang untuk menikmati hari belanja online terbesar di dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Belanja Gadget di Batas Negara: Cara Cek IMEI Agar Tidak Terblokir saat Pulang ke Pontianak
-
Rahasia Rambut Hitam Berkilau Wanita Dayak: Manfaat Akar Kayu yang Tidak Ada di Salon Jakarta
-
Road Trip Trans Kalimantan: 5 Barang Wajib agar Mobil Tak Tumbang di Tengah Hutan
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman