- Polda Kalimantan Barat menindak 22 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi di berbagai wilayah kabupaten serta kota setempat.
- Pelaku menjual BBM subsidi kepada pihak tidak berhak dengan harga tinggi untuk meraup keuntungan dari selisih harga.
- Tindakan ilegal ini menyebabkan kelangkaan energi bagi masyarakat berhak dan berpotensi meningkatkan biaya hidup secara jangka panjang.
SuaraKalbar.id - Penyalahgunaan BBM subsidi di Kalimantan Barat ternyata tidak dilakukan dengan cara yang terlihat jelas seperti oplosan.
Justru sebaliknya, pelaku menggunakan cara yang lebih “halus”—memainkan distribusi untuk meraup keuntungan besar.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat, Burhanuddin, mengungkapkan pihaknya telah menindak puluhan kasus di berbagai wilayah. “Adapun jumlah yang berhasil kami lakukan penegakan hukum sebanyak 22 kasus,” ujarnya.
Kasus-kasus tersebut tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, Sintang, Ketapang, Bengkayang, hingga Kayong Utara dan Melawi.
Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah tersangka beserta barang bukti dalam jumlah besar. Salah satunya BBM jenis biosolar sebanyak 11.335 liter atau sekitar 11 ton.
“Kalau dirupiahkan, nilainya mencapai sekitar Rp126 juta,” jelas Burhanuddin.
Tak hanya itu, aparat juga menyita LPG 3 kilogram, kendaraan roda empat dan roda dua, hingga perahu yang digunakan dalam praktik tersebut.
Burhanuddin menegaskan, modus yang digunakan para pelaku bukan pengoplosan. Melainkan menjual BBM dan LPG subsidi kepada pihak yang tidak berhak dengan harga lebih tinggi dari ketentuan pemerintah.
“Modusnya adalah menjual dengan harga yang lebih tinggi daripada yang ditetapkan pemerintah, kepada yang tidak berhak, sehingga tersangka mengambil disparitas harga,” ungkapnya.
Baca Juga: Dari Upah Layak hingga Outsourcing, Ini 10 Tuntutan Buruh Kalbar di May Day
Cara ini membuat praktik penyalahgunaan sulit terdeteksi di awal, karena transaksi terlihat seperti pembelian biasa.
Meski terlihat “rapi”, dampaknya tidak kecil. Distribusi yang tidak tepat sasaran bisa membuat masyarakat yang berhak justru kesulitan mendapatkan BBM subsidi.
Dalam jangka panjang, kondisi ini juga berpotensi memicu kenaikan biaya hidup akibat terganggunya distribusi energi.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, khususnya Pasal 55. “Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga BBM maupun LPG subsidi akan dikenakan sanksi pidana,” tegas Burhanuddin.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa penyalahgunaan BBM subsidi tidak selalu terlihat mencolok. Namun dampaknya bisa dirasakan luas.
Karena itu, aparat memastikan pengawasan distribusi akan terus diperketat guna mencegah praktik serupa kembali terjadi.
Berita Terkait
-
Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi di Kantor Pertamina Pontianak: Protes Kelangkaan Solar Bersubsidi di Kalbar
-
Seluruh SPBU Ketapang Tutup Serentak, Ada Apa?
-
Warga Sekadau Kesulitan Dapat BBM Subsidi: Di Lapangan Sudah Bergejolak
-
BBM Naik Trending di Twitter, Netizen: Ibu Megawati Ayok Demo Dong Kasihan Wong Cilik
-
Penyalahgunaan BBM Subsidi Diungkap Kepolisian Mempawah, Sita 13 Jeriken Isi Solar
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Penyelam Sempat Tersengat Listrik Saat Evakuasi Helikopter TNI, Ini Kondisi di Lokasi
-
3 Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Mi-17 di Kalteng, 2 Jenazah Dipulangkan
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar