SuaraKalbar.id - Nama pemain Barito Putera, Yudha Febrian belakangan menjadi perbincangan selepas terpergok dugem.
Ulah Yudha Febrian terekam kamera dan videonya beredar di media sosial. Kejadian tersebut membuat Barito Putera berekasi.
Klub sepak bola asal Kalimantan Selatan itu mengambil tindakan tegas dengan mengirimkan Yudha Febrian ke pesantren dengan harapan bisa memperbaiki sikap dan mentalnya.
Senada dengan hal itu, Yudha Febrian mengakui kesalahannya dan siap menerima saksi yang diberikan.
"Saya meminta maaf kepada keluarga besar Barito Putera, Timnas Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia atas kesalahan yang telah saya perbuat,' kata Yudha dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Sabtu (5/12/2020).
"Semoga ke depannya saya bisa lebih baik lagi, ini menjadi pelajaran buat saya sebagai pemain," sambungnya.
Yudha Febrian mengaku akan menjalani hukuman tersebut demi kebaikan ke depan.
"Setelah berbicara dengan orang tua dan manajemen saya sudah siap dan ikhlas menjalani ini. Supaya ke depannya saya bisa lebih baik lagi," tutupnya.
Kronologi Tepergok Dugem
Baca Juga: Bek Timnas U-19, Pratama Arhan Tegaskan Pentingnya Disiplin Sebagai Pemain
Yudha sebelumnya melakukan tindak indisipliner di sela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Timnas Indonesia U-19 di Jakarta.
Sang pemain pulang larut malam dan tidak mengikuti aktivitas timbang badan serta terlambat datang ke latihan pagi pada 23 November lalu.
Yudha diketahui baru kembali ke hotel tempat skuat tim nasional menginap sekitar pukul 03.00 WIB. Dia ditemani penggawa Bhayangkara Solo FC, Serdy Ephy Fano.
Akibat perbuatannya itu, sanksi pun diberikan oleh Barito Putera. Pemain berusia 18 tahun tersebut akan dimasukan ke pesantren.
Yudha bisa dibilang lebih beruntung hanya mendapat sanksi dari Barito Putera. Pasalnya, Serdy Ephy Fano yang berbuat kesalahan serupa, malah langsung dipecat oleh klubnya Bhayangkara Solo FC.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Waspada! Potensi Hujan Sedang di Kalbar Hingga Akhir Maret 2026
-
Jangan Langsung Dicuci! Ini Cara Merawat Baju Olahraga Agar Tetap Awet dan Tidak Bau
-
5 Tanda Anak Kekurangan Protein yang Sering Tidak Disadari, Orang Tua Harus Tahu!
-
Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?
-
BRI Peduli Nyepi 2026: 2 Desa di Bali Terima 2.000 Paket Sembako