SuaraKalbar.id - FPI dibubarkan pemerintah Jokowi tapi mereka tidak sedih. FPI justru akan membuat organisasi atau perkumpulan lain.
Sebab yang dilarang hanya FPI saja. Hal itu dikatakan Kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar.
Menurutnya tak masalah jika memang organisasinya itu dibubarkan, atau tidak boleh beraktifitas lagi di Indonesia.
"Tidak masalah, nanti buat lagi organisasi atau perkumpulan lain lagi," katanya saat dihubungi.
Kaitan pembubaran tersebut pihaknya akan menempuh jalur hukum. Sebab, organisasi yang didirikan Habib Rizieq Shihab itu menolak dengan keras disebut organisasi terlarang.
"Untuk itu nanti kami akan melakukan gugatan di PTUN, atas dugaan kedzaliman dan kesewenangan-wenangan ini," ucapnya.
Ia menilai, saat ini pemerintah sedang mencoba mengalihkan pengusutan kasus dugaan pembantaian enam laskar FPI yang ditembak mati Polisi.
"Kami menduga ini rangkaian bentuk yang tidak dapat dilepaskan, dari upaya untuk membuat teralihkannya perhatian pengusutan enam syuhada, yang keji dan diduga merupakan pelanggaran HAM berat," ungkapnya.
Jawaban Habib Rizieq
Baca Juga: Kritisi Pembubaran FPI, Hidayat Nur Wahid Unggah Potret FPI Setia Pancasila
Habib Rizieq menegaskan perjuangan kader FPI tetap berjalan. Meski FPI dibubarkan.
Habib Rizieq tak masalah FPI dibubarkan. Sebab FPI hanya sebagai alat 'perjuangan' kelompoknya.
FPI dibubarkan pemerintah Jokowi, Rabu (30/12/2020). Semua yang berbau FPI dilarang pemerintah, mulai dari atribut sampai kegiatan. Namun Habib Rizieq menanggapinya dengan santai.
Hal itu dikatakan Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212, Slamet Maarif.
“Pesan yang sudah lama HRS (Habib Rizieq Shihab) sampaikan, FPI bukan tujuan, melainkan hanya kendaraan dari sebuah perjuangan,” ujar Slamet Maarif menyampaikan pesan yang diutarakan Habib Rizieq, Rabu (30/12/2020).
“Ada FPI atau tidak ada FPI, perjuangan para kader FPI yang ada di mana saja tetap berjalan. Artinya, saya dan kawan-kawan yang ada di FPI tidak pernah menjadikan FPI sebagai tujuan perjuangan,” sambungnya.
Berita Terkait
-
Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi
-
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan
-
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi
-
Hasto Akui Sudah Bertemu PKS Bahas Ijazah Gibran, Singgung Pemimpin Hasil Intervensi Orang Tua
-
Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian