SuaraKalbar.id - Seorang penjual cilok ditemukan tewas gantung di rumahnya, Sabtu (31/12/2020) malam.
Korban yang bernama Marwan nekat mengakhiri hidup diduga stres karena ditinggal istri dan anak-anaknya.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarganya yang bernama, Ari Hidayat di rumahnya di Desa Mantang, Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Dikutip dari Beritabali.com (jaringan Suara.com), kala itu saksi merasa curiga rumah korban gelap hingga malam hari, sementara pintu terkunci dari dalam.
Sebelumnya, saksi bertemu dengan korban pada malam hari sekitar pukul 23.00 Wita dan mengatakan akan beristirahat.
Sehingga saksi sangat khawatir dan selesai solat magrib mencari korban dengan menggunakan tangga melalui lubang angin rumah korban. Saksi melihat korban telah dalam posisi gantung diri.
"Kemudian saksi teriak untuk meminta tolong dan warga setempat mendobrak pintu rumah korban. Selanjutnya, jasad korban diturunkan," jelas Kapolsek Batukliang, Iptu Gede Gisiyasa.
Polisi pun turun langsung ke lokasi kejadian untuk indentifikasi dan mengecek kondisi korban.
Dia mengatakan, berdasarkan informasi dari keluarga korban memiliki permasalahan internal dengan istrinya sebelum ditemukan tewas.
Baca Juga: Cekcok, Dor Dor Dor! Aiptu STR Tembak Istri, Anak, dan Diri Sendiri
Istrinya korban pergi meninggalkan rumah dengan membawa tiga anaknya untuk menenangkan diri.
"Diduga hal itulah membuat korban frustasi, sehingga nekat gantung diri dengan tali," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, Gede Gisiyasa mengatakan korban murni gantung diri. Pihak keluarga pun menolak autopsi jenazah korban dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak