SuaraKalbar.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri sudah mendirikan tiga posko untuk mengumpulkan data antemortem dari keluarga penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu.
Komandan DVI RS Polri dr Hery Wijatmoko memaparkan ketiga posko tersebut berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur; Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok, Jakarta Utara; dan di Bandara Supadio Pontianak.
Keluarga penumpang bisa segera datang ke tiga posko tersebut untuk menyerahkan data korban.
"Ini kita dirikan di 3 tempat, pertama di Tanjung Priok yang dikomandani oleh Kabiddokes Polda Metro Jaya dan Kabidkesjas Brimob, kemudian antemortem di Bandara Supadio Pontianak yang dikomandani Kabiddokes Kalimantan Barat," kata Hery dalam jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (10/1/2021).
Baca Juga: Kesaksian Warga Tanjung Kait Ledakan Sriwijaya Air Jatuh: Seperti Petir
Bagi keluarga korban yang tinggal jauh dari Jakarta dan Pontianak, Hery proses pengumpulan data antemortem juga bisa dilakukan di Polda setempat.
"Adanya alamat di luar Jakarta Pontianak Kabiddokes di kewilayahan sudah menyatakan membackup sepenuhnya untuk operasi DVI ini," jelasnya.
Dia juga mengimbau keluarga penumpang SJ182 segera menghubungi ke nomor hotline Rumah Sakit Polri: 0812-3503-9292 untuk koordinasi.
"Saya mohon keluarga para penumpang yang berasal dari luar Jakarta atau tepatnya kita bisa ke posko antemortem di Pontianak tidak usah ke Jakarta," ucapnya.
Adapun identitas korban yang diperlukan dalam proses identifikasi antara lain data primer mulai dari nama, usia, jenis kelamin, hubungan keluarga, alamat, rumus sidik jari, gigi, dan DNA.
Baca Juga: Sriwijaya Air Jatuh, Ari Wibowo Kasih Saran Ini ke Jokowi
Serta data sekunder berupa foto terkahir korban, tampak gigi korban, ciri khusus seperti tatto dan sebagainya, catatan medis (tinggi dan berat badan, bekas operasi, cacat bawaan), barang korban ( pakaian yang dipakai, jam, cincin, kalung, anting, gigi palsu).
Berita Terkait
-
Status Bandara Internasional Supadio Dicabut, Publik Anggap Pemerintah Plin-plan
-
Pemerintah Cabut Status Bandara Supadio Agar Masyarakat Tak Sering ke Luar Negeri
-
Tim DVI Polri Telah Identifikasi Korban Tewas Kecelakaan KM 58 Tol Jakarta-Cikampek
-
Tiga Bandara RI Ini Jadi yang Terbaik di Asia Pasifik
-
Tim DVI Polri Pakai Tiga Metode Identifikasi Jenazah Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
Terkini
-
Panduan Jelajah Bukit Kelam: Destinasi Wisata di Sintang yang Menakjubkan
-
Mengenal Tradisi Gawai Dayak: Tempat Liburan Sekaligus Menyelami Budaya Lokal
-
Rute Perjalanan Darat dari Pontianak ke Kapuas Hulu: Apa yang Perlu Kamu Siapkan?
-
Kuliner Khas Kalimantan Barat: 7 Makanan yang Wajib Dicoba Saat Liburan
-
10 Tempat Wisata Alam Terbaik di Kalimantan Barat yang Wajib Dikunjungi