SuaraKalbar.id - PSSI siap menggelar proses perekrutan untuk pelatih Timnas Putri Indonesia. Untuk itu, PSSI membuka pintu kepada pelatih profesional untuk diseleksi menjadi juru taktik Garuda Pertiwi --julukan Timnas Wanita Indonesia.
Timnas Wanita Indonesia memang akan menghadapi berbagai ajang internasional di 2021 ini. Bisa dibilang agenda Garuda Pertiwi tahun ini cukup padat.
Sebut saja Piala Jenesys di Jepang (1-8 Juni), Piala AFF U-16 Girls Championship di Indonesia (2-15 Agustus), AFC U-20 Women's Asian Cup 2022 (14-22 Agustus), AFF Women's Championship 2021 di Filipina (Agustus-September), dan AFC Women's Asian Cup India 2022 di Indonesia (13-15 September).
Selain itu ada lagi AFC U-17 Women's Asian Cup (18-26 September), AFC U-20 Women's Asian Cup 2022 Qualifiers Round 2 (3-7 November), AFF U-19 Women's Championship 2021 di Indonesia (16-28 November), SEA Games di Vietnam (15 November-1 Desember), serta AFC U-17 Women's Asian Cup 2022 Qualifiers Round 2 (8-12 Desember).
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa proses seleksi akan dibuka secara luas bagi pelatih yang memenuhi persyaratan sesuai regulasi AFC.
"Tidak ada cara-cara penunjukkan pelatih secara langsung saat ini. Timnas Wanita kami harap dapat meraih hasil terbaik di sejumlah ajang pada tahun 2021. PSSI terus berkomitmen dan serius terhadap Timnas Wanita Indonesia," kata Iriawan dalam rilis PSSI.
Sementara itu, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengatakan bahwa kriteria menjadi pelatih Timnas Wanita Indonesia adalah harus mempunyai lisensi AFC Pro dan Warga Negara Indonesia (WNI).
"Sesuai arahan dari Ketua Umum PSSI, kami segera membentuk Timnas Wanita. Pertama memilih pelatih dulu. Pelatih Timnas Wanita Indonesia harus punya pengalaman melatih di level tim senior profesional. Selain itu juga mempunyai visi yang sama dengan PSSI," ujar Indra Sjafri.
"Kami terbuka kepada siapa saja pelatih yang ingin menjadi pelatih Timnas Wanita dengan memenuhi kriteria dan regulasi AFC tersebut. Karena mulai tahun 2019 pelatih Timnas Senior baik putra maupun putri harus memiliki lisensi AFC Pro," tambahnya.
Baca Juga: Marko Simic Buka Kans Tinggalkan Persija dengan Status Pinjaman
Proses seleksi ini ada di bawah Departemen Teknik (Women Football) PSSI, yakni mulai hari ini hingga 22 Januari 2021. Sementara finalisasi kandidat nanti pada tanggal 25-29 Januari 2021.
Penyampaian pelatih terpilih kepada publik dan media rencananya akan dilakukan pada 31 Januari 2021. Setelah itu akan disusun beberapa agenda untuk Timnas Wanita Indonesia.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Buka Suara Timnas Futsal Indonesia ke Final Piala Asia 2026
-
Eksodus Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia: Konspirasi di Balik Target Juara Piala AFF 2026?
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Timnas U-17 Lakoni Uji Coba Lawan Cina, Siapa Pantas Jadi Pelatih?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
UMKM Ramadan Fest 2026 Dipusatkan di Taman Siring Laut
-
Kisah Inspiratif Perajin Sepatu Pontianak hingga Tembus Mancanegara
-
Berat Badan 60 Kg Ingin Turun ke 45 Kg? Ini Cara Aman Tanpa Diet Ekstrem
-
Pemkot Pontianak Izinkan Pesta Kembang Api Terpusat di Jalan Gajah Mada saat Imlek
-
Bandara Lombok Perketat Pengawasan Penumpang Antisipasi Virus Nipah