"Pada hari yang sama, suami saya memberi tahu kami bahwa putra kami harus dimakamkan di pemakaman keluarganya di Dagestan," katanya.
Kebohongan Laura terungkap saat hari pemakaman bayi-bayi palsu tersebut setelah kain kafan yang menutupi wajahnya harus dibuka.
Daud mengaku sedih ketika istrinya diberitahu bahwa bayinya telah meninggal. Meski sedih, dia berusaha berbesar hati memakamkan anak kembarnya.
Sesuai dengan nasihat keluarga yang meminta agar pemakaman dilakukan dengan baik sesuai dengan ajaran Islam. Namun peristiwa tak terduga terjadi.
"Saya membuka kain itu ketika menutupi wajah anak pertama dan kaget saat tidak ada mata. Lalu saya buka wajah anak kedua, sama. Itu boneka ... boneka," katanya.
David merasa syok tahu jenazah anak kembarnya hanya boneka dan itu semua rekaan sang istri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Periksa Kesiapan 4 Perusahaan Cegah Karhutla
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Gempa Bumi Flores, BRI Prioritaskan Keselamatan Nasabah dan Pekerja: BRI Peduli Salurkan Bantuan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Volume Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026