"Setelah mendengar teriakan dari Yu, kemudian dirinya langsung keluar untuk melihat dan langsung menurunkan Ha yang dalam kondisi lemas namun masih bernafas untuk dibawa ke rumah sakit," katanya.
Terhadap VN juga dimintai keterangan. Dalam keterangannya di Polsek Pontianak Barat, VN ini mengaku pelajar asal dari Sambas dan tinggal bersama kakaknya di Sungai Kakap.
"Ini perempuan yang dibawa ke kamar kos. Ia mengaku pada pukul 19.00, Ha mengajaknya ke warkop. Sehingga sekira 30 menit kemudian, Ha menjemputnya namun tidak dibawa ke warkop melainkan ke kos tersebut," beber Rully.
Di kamar itu, VN dan Ha awalnya hanya berbincang-bincang. Tak lama, Ha menanyakan ke Vn apakah mau dijadikan pacarnya. Namun Vn tidak memberi kepastian. Dia hanya menjawab akan akan pikir-pikir lebih dahulu.
"Nah, saat itu tiba-tiba Ha menindih Vn yang dalam posisi duduk. Si Yu pun datang dan langsung membuka pintu atau menggerebek. Sehingga VN langsung lari meninggalkan lokasi," beber Rully.
Kepada polisi, Vn menyatakan bahwa dirinya memang belum sempat berhubungan intim dengan Ha saat berada di kamar kos tersebut. Sedangkan Ha, kata Rully, dapat diselamatkan setelah dibawa ke rumah sakit.
"Sehingga percobaan bunuh diri tersebut gagal. Berdasarkan keterangan Ha bahwa dirinya melakukan percobaan bunuh diri tersebut karena kesal dan malu dipergoki pacarnya. Dia juga kesal karena penjelasannya tidak didengarkan oleh pacarnya," ujar Rully.
Terhadap pemilik kos juga akan diambil keterangannya. Karena kos tersebut dianggap bebas keluar masuk tamu. Pemiliknya pun terkesan tidak peduli.
"Itu berdasarkan keterangan Ketua RT setempat. Pemilik kos hanya datang saat menagih uang sewa kamar kos sebesar 350 ribu untuk sebulan," katanya.
Baca Juga: Terungkap, Psikolog Beberkan Alasan Stres Jadi Pemicu Orang Bunuh Diri
Dengan itu, nantinya akan dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan Ketua RT dan RW setempat bersama Bhabinkamtibmas agar bisa melaporkan ke pihak Kelurahan atau Kecamatan terkait keabsahan rumah kos tersebut.
"Karena ini dianggap sudah meresahkan warga sehingga kedepannya bisa ditertibkan bahkan ditutup atau dihentikan operasinya," tutup Rully.
Catatan Redaksi:
Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Kontributor : Ocsya Ade CP
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
5 Tips Berburu Sarapan Enak di Pontianak, Datang Lebih Pagi Sebelum Menu Favorit Habis
-
5 Filosofi Bubur Pedas Sambas yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Sarat Makna Kehidupan
-
Nasib Orangutan yang Tersesat di Kebun Warga Ketapang, Dievakuasi ke Gunung Palung
-
7 Alasan Orang Pontianak Betah Nongkrong di Warkop Seharian, Tradisi yang Bikin Pendatang Kaget
-
7 Jajanan Tradisional Pontianak yang Mulai Langka, Ada Batang Burok yang Bikin Nostalgia