SuaraKalbar.id - Malaysia terima vaksin COVID-19 Sinovac dari China sebanyak 300 ribu dosis. Vaksin itu mulai diteima Malaysia pada pukul 09.00 waktu setempat dari Beijing dengan pesawat Malaysia Airlines Airbus 330-300, nomer penerbangan MH319.
Pemerintah Malaysia sebelumnya menerima vaksin Pfizer-BioNTech tahap pertama. Namun, kali ini negara yang bertetanggaan dengan Indonesia itu menerima vaksin Sinovac.
Pesawat tersebut meninggalkan Kuala Lumpur menuju Beijing pada pukul 19.05 Jumat (26/2/2021).
Sejumlah menteri menyambut kedatangan vaksin tersebut yakni Menteri Keamanan Ismail Sabri Yaakob, Menteri Luar Negeri Hishamuddin Tun Hussein, Menteri Koordinator Program Imunisasi COVID-19 Nasional yang juga Menteri Sains Inovasi dan Teknologi Khairy Jamaluddin dan Menteri Transportasi Wee Ka Siong.
Hadir pula pada kesempatan tersebut Duta Besar China untuk Malaysia Ouyang Yujing.
Setelah pintu kargo pesawat MH319 dibuka, envirotainer berisi vaksin dibongkar dengan menggunakan kontainer "pallet loader" jumbo dan dipindahkan.
Setelah barang tersebut diturunkan, Ouyang menyerahkan sebuah kotak putih kepada Menteri Pertahanan Ismail Sabri sebagai simbol penyerahan vaksin.
Kemudian envirotainer dibawa ke area i-Secure untuk dilakukan oleh tim penanganan vaksin MASkargo agar peti kemas masih mempertahankan suhu yang ditentukan dan tidak ada penyok atau kebocoran.
Setelah pemeriksaan, envirotainer dipindahkan ke truk Pharmaniaga yang berangkat ke lokasi penyimpanan vaksin yang ditentukan di bawah pengawalan polisi.
Baca Juga: Geliat Pedagang Kecil Palembang Bertahan di Tengah Pandemi
Pengiriman vaksin dari pabrik Sinovac di Beijing ditangani oleh Sinovac dan Pharmaniaga Logistics Sdn Bhd berdasarkan kesepakatan.
Pasokan pertama vaksin COVID-19 untuk Malaysia produksi Pfizer-BioNTech sebanyak 312.390 dos telah tiba di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Minggu (21/2/2021).
Fase pertama vaksinasi di Malaysia berlangsung Februari – April 2021 yang diperuntukkan kepada tenaga kesehatan dan barisan depan sebanyak 500.000 orang.
Fasa kedua berlangsung April hingga Agustus 2021 untuk kelompok usia lanjut berumur 65 tahun ke atas dan golongan berisiko tinggi serta orang cacat melibatkan 9.4 juta orang.
Sedangkan fase tiga Mei 2021 – Februari 2022 untuk penduduk di Malaysia berumur 18 tahun ke atas (warga negara dan bukan warga negara) dengan
Berita Terkait
-
Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal
-
Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027
-
Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!
-
Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta
-
Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM
-
Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei
-
Bantu PMI Kelola Keuangan di Taiwan, Inovasi BRImo Raih Penghargaan IDX Channel 2026
-
DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026, Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan
-
Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron