- Komisi I DPRD Kota Pontianak menemukan pengunjung di bawah umur saat sidak di tempat hiburan malam kawasan Selatan.
- Pelaku usaha dituntut melengkapi izin serta memperketat pengawasan identitas pengunjung guna melindungi generasi muda dari lingkungan tidak sesuai.
- Lemahnya pengawasan orang tua dan pengaruh gaya hidup modern menjadi pemicu remaja mudah mengakses tempat hiburan malam tersebut.
SuaraKalbar.id - Temuan anak di bawah umur di sebuah tempat hiburan malam (THM) saat inspeksi mendadak yang dilakukan DPRD Kota Pontianak kembali memunculkan pertanyaan yang selama ini belum sepenuhnya terjawab. Di tengah aturan yang membatasi usia pengunjung, mengapa remaja bahkan anak-anak masih bisa mengakses tempat yang sejatinya diperuntukkan bagi orang dewasa?
Fenomena ini bukan hanya menjadi persoalan satu tempat usaha semata. Temuan tersebut membuka diskusi yang lebih luas mengenai efektivitas pengawasan, kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan, hingga peran keluarga dalam mengawasi aktivitas anak-anak dan remaja di luar rumah.
Sorotan itu mencuat setelah Komisi I DPRD Kota Pontianak melakukan inspeksi ke salah satu tempat hiburan malam yang baru beroperasi di kawasan Pontianak Selatan. Dalam sidak tersebut, dewan tidak hanya menemukan persoalan administrasi dan perizinan, tetapi juga keberadaan pengunjung yang masih berusia di bawah umur.
Bukan Sekadar Masalah Perizinan
Anggota Komisi I DPRD Kota Pontianak, Anggi Febri Ardika, menegaskan bahwa kelengkapan administrasi dan perizinan merupakan kewajiban dasar yang harus dipenuhi setiap pelaku usaha.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan tidak hanya berkaitan dengan legalitas usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kepastian hukum di Kota Pontianak.
"Kami meminta agar sistem administrasi dan perizinan segera dilengkapi secara benar dan tepat. Jangan sampai ke depan menimbulkan dampak yang kurang baik dan menjadi contoh yang tidak baik bagi Kota Pontianak," ujar Anggi.
Namun bagi DPRD, persoalan yang ditemukan dalam sidak tersebut tidak berhenti pada urusan dokumen dan izin usaha.
Keberadaan anak di bawah umur di lingkungan tempat hiburan malam justru dinilai sebagai persoalan yang lebih serius karena menyangkut perlindungan generasi muda.
Baca Juga: Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
Mengapa Anak di Bawah Umur Bisa Masuk?
Pertanyaan inilah yang kini menjadi perhatian. Di banyak daerah, pengelola tempat hiburan malam sebenarnya diwajibkan melakukan pemeriksaan identitas pengunjung. Namun dalam praktiknya, pengawasan sering kali tidak berjalan maksimal.
Ada berbagai kemungkinan yang membuat remaja masih bisa masuk ke lokasi hiburan malam, mulai dari pemeriksaan identitas yang longgar, kurangnya pengawasan petugas di pintu masuk, hingga minimnya kontrol terhadap aktivitas anak di luar rumah.
Perkembangan media sosial juga turut memengaruhi fenomena tersebut. Kehidupan malam yang sering ditampilkan sebagai bagian dari gaya hidup modern membuat sebagian remaja terdorong untuk mencoba pengalaman yang sebenarnya belum sesuai dengan usia mereka.
Ketika pengawasan keluarga dan lingkungan melemah, rasa ingin tahu yang tinggi pada usia remaja dapat membuat mereka lebih mudah terpengaruh untuk memasuki ruang-ruang yang seharusnya memiliki batasan usia.
Mengapa THM Tidak Cocok untuk Anak dan Remaja?
Berita Terkait
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Saat Keluarga Pasien di Pontianak Panik Cari Darah, Modus Penipuan Mulai Bermunculan
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian