SuaraKalbar.id - Seorang pelajar di Jalan Merdeka, Kota Pontianak, Kalimantan Barat menjadi korban penganiayaan oleh pamannya sendiri.
Pelajar ditusuk menggunakan pecahan kaca hingga terluka saat berada di dalam kamarnya. Remaja berusia 17 tahun yang akrab disapa Farhan itu ditusuk oleh pamannya, FA atau yang dikenal dengan panggilan Sincan.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, AKP Rully Robinson Polii menerangkan, hasil pemeriksaan sementara, penganiayaan ini karena pelaku sakit hati dengan korban.
"Pelaku melukai korban karena korban mengejek pelaku. Sehingga, karena merasa sakit hati dan pelaku dalam keadaan mabuk minuman keras langsung menganiaya korban," jelas Rully kepada wartawan, Selasa (9/3/2021).
Rully menerangkan kronologi penganiayaan yang dilakukan oleh Sincan. Kata dia, pelaku mendatangi korban yang saat itu berada di dalam kamar, pada Minggu 7 Maret 2021 pukul 13.30 Wib.
"Pelaku menendang pintu kamar korban. Setelah pintu kamar terbuka korban berkata ada apa. Kemudian pelaku lari ke ruang tamu dan mengambil pecahan kaca yang saat itu tersimpan di atas kursi," beber Rully.
Kemudian pelaku memukulkan kaca tersebut ke korban dan mengenai tangan sebelah kanan dan kiri, hingga kaca tersebut pecah.
"Setelah melakukan pemukulan, pelaku terjatuh sendiri ke lantai karena sempoyongan mabuk. Sementara, tangan korban luka kena kaca tersebut," jelas Rully.
Saat itu, lanjut Rully, korban berlari ke belakang rumah dan masih dikejar oleh pelaku. "Pelaku menusukkan kaca tersebut ke korban yang mengenai bahu sebelah kiri," kata Rully.
Baca Juga: Pelaku Penganiayaan Sebabkan Korban Tewas Ditangkap
Akibatnya, korban mengalami luka robek di lengan kanan dan kiri serta di bahu sebelah kiri. Korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pontianak Kota guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.
Berdasarkan laporan itu, kata Rully, anggota Reskrim Polsek Pontianak Kota langsung melakukan penyelidikan dan cek TKP. TIM Reskrim pun melakukan pengintaian terhadap diduga pelaku tersebut.
"Karena, menurut keterangan korban sesaat setelah kejadian tersebut didugsa pelaku melarikan diri dengan cara melompat pagar. Namun saat mengetahui diduga tersangka ada pulang ke rumah, langsung dilakukan penangkapan pada hari Minggu sore," jelas Rully.
Selain itu, kepolisian juga melakukan penggeledahan dan ditemukan pecahan kaca yang merupakan alat untuk melakukan penganiayaan tersebut.
"Sampai saat ini, pelaku penganiayaan terhadap anak masih ditahan. Pelaku dijerat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak junto Pasal 351 KUHP," tutup Rully.
Kontributor : Ocsya Ade CP
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM
-
Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei
-
Bantu PMI Kelola Keuangan di Taiwan, Inovasi BRImo Raih Penghargaan IDX Channel 2026
-
DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026, Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan