SuaraKalbar.id - Kasus miras atau minuman keras paling banyak ditemukan dalam operasi penyakit masyarakat atau operasi pekat di Kabupetan Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar).
Ada ratusan kasus dan sejumlah tersangka yang terjaring Operasi Pekat di Bengkayang selama dua pekan.
Operasi Pekat di Bengkayang dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2021 hingga 11 April 2021.
Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bengkayang, AKBP Natalia Budi Darma.
“Dari hasil Ops Pekat 2021 Polres Bengkayang berhasil mengungkap sebanyak 101 kasus, dengan yang paling dominan adalah kasus miras sebanyak 43 kasus," ujar saat dihubungi Antara, Selasa (13/4/2021).
Dia menerangkan dari 101 kasus tersebut ada 5 orang tersangka diamankan yang terdiri 4 tersangka kasus perjudian dan 1 tersangka kasus narkotika.
"Yang lainnya kita lakukan pembinaan dengan membuat surat pernyataan. Kemudian juga ada yang di Tipiring," kata dia.
Secara keseluruhah adan tujuh kasus yang terjaring yakni perjudian, miras, prostitusi, premanisme, narkotika, petasan dan senjata tajam.
"Penanganan kasus yang ada adalah bukti kerja keras semua pihak dalam mengungkap kejahatan di masyarakat. Tujuan dilakukannya Operasi Pekat 2021 ini adalah untuk menciptakan kondisi yang kondusif pada saat bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri ke depan, agar tercipta kondisi yang stabil, aman dan kondusif, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” jelas dia.
Baca Juga: Kapolres Mimika Jelaskan Video Anggota Polisi Tumpahkan Miras ke Laut
Setelah Operasi Pekat Polres Bengkayang melakukan Operasi Keselamatan Kapuas 2021 yang dimulai sejak Senin (12/4/2021).
Natalia mengatakan Operasi Keselamatan Kapuas 2021 bertujuan operasi untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menurunnya angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
BRI Apresiasi BRILink Agen dengan Emas, Aktivasi 50 Nasabah Raih 1 Gram
-
Siswa SD Urung Makan Setelah Temukan Ayam Berulat dalam Menu MBG