SuaraKalbar.id - Pengadaan iPad untuk anggota DPRD Banjarbaru, Kalimantan Selatan terindikasi korupsi. Diduga, pengadaan gawai itu dipaksakan.
Sedianya, ada pembelian 30 unit iPad yang diperuntukkan untuk anggota DPRD Banjarbaru dengan menggunakan dari APBD tahun anggaran 2020. Namun disinyalir pembelan iPad anggoata dewan tak sesuai dengan spesifikasi.
Tak tanggung-tanggung, biaya pengadaan iPad tersebut menghabiskan dana Rp 582 juta. Puluhan iPad pun telah disita oleh pihak Kejari Banjarbaru setelah kasus ini merebak.
Kasus dugaan korupsi pengadaan iPad itupun berbuntut panjang. Ada pihak yang akan dijadikan tersangka pasca Kejadi Banjarbau menaikkan kasus tersebut dari penyidikan ke penyelidikan.
Kasi Intelijen Kejari Banjarbaru Agung Wijayanti menerangkan pihaknya sudah memanggil 10 orang saksi dari Sekretariat DPRD Banjarbaru terkait kasus dugaan korupsi tersebut.
“Sudah ada yang dipanggil, berstatus sebagai saksi yang sudah diperiksa. Tidak menutup kemungkinan nanti ada saksi tambahan lagi seiring kita dalami dalami penyelidikan," ujarnya seperti dikutip dari Kanalkalimantan.com (jaringan Suara.com).
Sedangkan dalam tahapan penyidikan ini, Agung mengatakan segera dilaksanakan penetapan.
"Sesegaranya akan ditetapkan,, sehabis lebaran akan segera kita tetapkan dan kabarkan, tapi kita tidak akan gegabah melakukan penetapan tersangka itu," sambungnya.
Disebut-sebut, penetapan tersangka oleh penyidik Kejari Banjarbau ini akan dilakukan setelah Lebaran.
Baca Juga: Dilaporkan, Anak Anggota DPRD Bekasi Ancam Kirim Santet ke Korban Asusila
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
7 Alasan Orang Pontianak Betah Nongkrong di Warkop Seharian, Tradisi yang Bikin Pendatang Kaget
-
7 Jajanan Tradisional Pontianak yang Mulai Langka, Ada Batang Burok yang Bikin Nostalgia
-
7 Kedai Kopi Lokal Paling Hits di Singkawang 2026, Ada yang Legendaris Sejak 1955
-
7 Bakso dan Mie Viral di Pontianak 2026, Nomor 4 Jadi Favorit Kuliner Malam
-
Proyek Harita Group Dikebut, Kayong Utara Bersiap Jadi Pusat Industri Alumina dan Aluminium