Scroll untuk membaca artikel
Sapri Maulana
Sabtu, 15 Mei 2021 | 10:01 WIB
Pengunjuk rasa menari saat protes anti-pemerintah menuntut mengakhiri kekerasan polisi, memberi bantuan ekonomi saat pandemi COVID-19 mengurangi pendapatan, dan penarikan reformasi kesehatan, di Cali, Kolombia, Rabu (12/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Juan B Diaz/hp/cfo.

"Kami tidak bisa terus seperti ini," Andrea Ramirez, seorang ahli epidemiologi di Universidad de los Andes, Bogota, mengatakan kepada Reuters.

"Kami sekarang berbicara tentang situasi yang hampir hidup atau mati, karena saat ini jika orang sakit dan membutuhkan ICU, mereka tidak akan menemukannya." (Antara)

Load More