SuaraKalbar.id - Jagat media sosial dibuat riuh dengan aksi mesum sejoli di tempat wisata pemandian Cikoromoy. Video mereka viral dan menuai kecaman.
Dalam video tersebut, terlihat terduga pasangan mesum yakni seorang pemuda berkaus merah menaiki pelampung bersama perempuan berhijab hitam di tengah pemandian yang ramai dikunjungi orang.
Si pemuda yang duduk di belakang terlihat memeluk perempuan tadi dengan posisi tangan di dalam kerudung. Dia diduga melakukan tindakan tak senonoh saat itu.
Buntut dari perbuatan tersebut, keduanya diamankan polisi. Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi.
Dia menjelaskan, pemuda dalam video berinisial DS, sedangkan wanitanya adalah RA. Mereka masih di bawah umur.
“Pelakunya telah kami amankan kemudian kami periksa sesuai dengan pasal persangkaannya karena dia masih pelajar, masih di bawah umur," ujarnya kepada BantenNews.co.id (jaringan Suara.com), Rabu (19/5/2021).
Hamam menuturkan, setelah video tersebut beredar luas pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta meminta keterangan dari beberapa saksi dan pengelola tempat wisata.
Berdasarkan keterangan yang didapatkan kepolisian di tempat pemandian Cikoromoy, diketahui keduanya berasal dari Serang dan Rangkasbitung, Lebak, Banten.
“Kami dapat informasi bahwa yang bersangkutan warga Serang laki-lakinya dan yang perempuan warga Rangkasbitung. Mereka diamankan di kediamannya masing-masing, kami dapatkan alamat dan tadi malam kami amankan di dua lokasi,” sambungnya.
Baca Juga: Bupati Blitar Ancam Tutup Tempat Wisata yang Tak Patuh Prokes Covid-19
Setelah diamankan, sejoli yang berbuat mesum menyesali perbuatan mereka. DS menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
“Kami berdua mengakui melakukan tindakan tidak terpuji. Perbuatan kami tidak patut dicontoh, kami berdua memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat atas perbuatan tersebut. Kami berdua menyesal dan tidak akan melakukan perbuatan hal tersebut,” tegasnya.
Kedua pelaku diancam dengan pasal dugaan tindak pidana melakukan asusila di tempat umum sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 281 KUHP.
Lebih lanjut, Hamam menyebut lantaran kedua pelaku masih di bawah umur, pihaknya minta surat pernyataan dari mereka dan orangtuanya sebagai penjamin. Selain itu, mereka dikenai wajib lapor sampai proses hukumnya mendapatkan kepastian hukum
"Poses hukum mereka tetap berjalan tapi tidak dilakukan penahanan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak