Scroll untuk membaca artikel
Husna Rahmayunita
Senin, 24 Mei 2021 | 15:18 WIB
Ilustrasi penculikan dan pengeroyokan. [Antara]

“Saya dipaksa menyerahkan handphone dan membuka kuncinya. Mereka cek WhatsApp dan saya lihat mereka sempat screenshot dan kirim foto-foto ke handphone milik mereka," beber A.

A mengaku dibawa ke sebuah jalan sepi di sekitar Banjar Indah. Di sana, dia menerima ancaman dengan senjata tajam berupa celurit kecil yang dikeluarkan oleh seseorang dari tas.

Dia mengaku kemudian dipukul oleh sekitar 15-an orang hingga benjol dan luka-luka di telinga kanan dan bibirnya robek..

Sedangkan R sempat dibawa ke sebuah rumah dan bertemu dengan seseorang yang diketahui merupakan anggota DPRD Kota Banjarmasin berinisila ZAH.

Baca Juga: Balita Hilang di Cipta Grand City Ditemukan, Ngaku Diajak Om-om Misterius

R kemudian dibawa ke suatu jalan sepi di sekitar Teluk Kubur, Banjarmasin Selatan, lalu diancam dan dipukuli oleh sekitar 4 orang.

Sore harinya, K dan D mengatakan upayanya untuk menghubungi A dan R lewat video call sempat berhasil. Saat itu, dia melihat  wajah ZAH.

Untungnya, D sempat screenshot kejadian tersebut sebelum ZAH memalingkan wajahnya dan berusaha menghindar.

A dan R kemudian dibawa sebuah rumah sebelumnya dan bertemu ZAH. Keduanya lalu diancam untuk membuat pernyataan dalam sebuah video.

Mereka disuruh mengatakan kalau pemasangan spanduk dan penempelkan stiker anti politik uang dilakukan tanpa izin. Kedua korban lantas melaporkan kejadian ini kepada tim kuasa hukum H2D.

Baca Juga: Tiga Pengeroyok Petugas Dishub Bekasi Akhirnya Tertangkap

Load More