SuaraKalbar.id - Asal usul Ketapang dan fakta uniknya. Ketapang merupakan salah satu kabupaten yang ada di Kalimantan Barat (Kalbar).
Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.240,74 km² dan berpenduduk sebesar 504.008 jiwa. Ibu kota Ketapang ada di Kecamatan Delta Pawan atau biasa dikenal sebagai Ketapang.
Pada masa kolonial Belanda, sejak tahun 1936, Kabupaten Ketapang termasuk bagian dari Karesidenan Kalimantan Barat atau Residente Afdeling van Borneo. Saat itu, pusat pemerintahannya adalah Pontianak.
Ketapang pun dibagi menjadi tiga Onder Afdeling, yakni Sukadana di Sukadana, Matan Hilir di Ketapang, dan Matan Hulu di Nanga Tayap.
Tidak hanya itu, tiap Onder Afdeling pun masih dibagi menjadi Onder Distrik berikut.
- Sukadana terdiri dari Onder Distrik Sukadana, Simpang Hilir dan Simpang Hulu
- Matan Hilir terdiri dari Onder Distrik Matan Hilir dan Kendawangan
- Matan Hulu terdiri dari Onder Distrik Sandai, Nanga Tayap, Tumbang Titi dan Marau
- Masing-masing Onder Distrik dipimpin oleh seorang Asisten Wedana.
Afdeling Ketapang terdiri atas tiga kerajaan, yaitu:
- Kerajaan Matan yang membawahi Onder Afdeling Matan Hilir dan Matan Hulu
- Kerajaan Sukadana yang membawahi Onder Distrik Sukadana
- Kerajaan Simpang yang membawahi Onder Distrik Simpang Hilir dan Simpang Hulu
Masing-masing kerajaan dipimpin oleh seorang Panembahan. Sampai tahun 1942, wilayah-wilayah ini dipimpin oleh:
- Kerajaan Matan oleh Gusti Muhammad Saunan dan sekarang dipimpin Raja PRK Haji Gusti Kamboja
- Kerajaan Sukadana oleh Tengku Betung
- Kerajaan Simpang oleh Gusti Mesir
Kemudian, pada masa pendudukan Jepang, pembagian wilayah Kabupaten Ketapang pun masih menggunakan sistem Afdeling. Namun, pemimpinnya diambil oleh Jepang.
Tak berapa lama setelah Jepang hengkang dari Indonesia, tentara Belanda (NICA) pun menduduki daerah ini dan diambil alih.
Baca Juga: Vaksinasi Corona Usia 18 Tahun ke Atas Siap Digelar di Kalbar, Cek Syaratnya
Statusnya sebagai Afdeling pun disempurnakan dengan Stard Blood 1948 No. 58 dengan pengakuan adanya Pemerintahan swapraja disatukan menjadi federasi.
Pada tahun 1956, Kabupaten Ketapang pun disahkan sebagai daerah otonom berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 1956 yang menetapkan status Kabupaten Ketapang sebagai bagian Daerah Otonom Provinsi Kalimantan Barat yang dipimpin oleh seorang Bupati.
Kemudian, pada 2007 pun wilayah ini menjadi daerah pemekaran. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2007 tentang pembentukan Kabupaten Kayong Utara di Provinsi Kalimantan Barat, sejak 26 Juni 2007, lima kecamatan di Kabupaten Ketapang pun dimekarkan menjadi kaupaten baru, Kabupaten Kayong Utara.
Itulah sejarah Ketapang.
Kontributor : Sekar Jati
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Viral 'Cium Lutut' ke Dedi Mulyadi, 5 Fakta Krisantus Kurniawan, Politisi PDIP dan Harta Kekayaannya
-
Bukan Sekadar Rumah Adat Dayak, Radakng Samilik Dibangun Rp1,5 Miliar, Ini Keunikannya
-
Dari Polemik 'Cium Lutut', Kekayaan Krisantus vs Dedi Mulyadi Jadi Sorotan, Terpaut Rp9 Miliar
-
Bibir Pecah-Pecah karena Panas Pontianak? Cara Ini Diam-Diam Jadi Andalan Banyak Orang