Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Sabtu, 10 Juli 2021 | 18:54 WIB
Enggang gading maskot Kalimantan Barat. (Rangkongid/Aryf Rahman)

Bentang sayapnya yang lebar menggambarkan sifat menaungi, memiliki kekuasaan dan kekuatan.

Ekornya yang menjutai panjang, melambangkan kemakmuran.

Rangkong Gading tak mencari makanannya di tanah, melambangkan kesucian dan tidak serakah.

Meskipun Rangkong Gading dijadikan sebagai maskot Kalimantan Barat, namun banyak masyarakat yang tidak mengenali satwa satu ini.

Baca Juga: Tuma Alat Musik Khas Kalimantan Barat, Sejarah Hingga Cara Pembuatannya

Banyak orang yang salah mengartikan Rangkong atau Enggang Gading dengan Enggang Cula karena bentuk balungnya yang lebih lentik dan menarik.

Selain itu Enggang Cula juga kerap digunakan sebagai pelengkap dekoratif dalama pakaian adat dan ritual adat dan bandingkan dengan Enggang atau Rangkong Gading.

Selain itu kehidupan maskot Kalimantan Barat ini saat ini terancam punah. Banyak sekali pihak-pihak yang menjadikan Rangkong Gading sebagai target buruan untuk keperluan pasar gelap global.

Penelitian yang dilakukan di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat berdasarkan data di mongobay.co.id sebagian besar responden menyatakan pernah berburu Rangkong, atau sebanyak 52%. Kalau jenis yang diburu, sebanyak 80% enggang atau Rangkong Gading, Enggang Cula 15%, Julang Emas 1 persen, Enggang Klihingan 1 persen, Kengkareng Hitam 3 persen.

Selain menjadi target buruan yang tinggi, minimnya konservasi, serta hilangnya hutang sebagai rumah Rangkong Gading sudah dapat dipastikan hilangnya masa depan kehidupan Rangkong Gading, jika tidak ada penangan dan pencegahan yang serius atas kehidupan satwa satu ini.

Baca Juga: Masjid Jami Sambas, Masjid Tertua di Kalimantan Barat

Kontributor : Kiki Oktaliani

Load More