Belakangan, ia meyakini, hidup mesti saling bantu. Sebab, dari sana makna hidup sesungguhnya. Tak heran, bila hidup yang dijalani sekarang, penuh dengan aktivitas sosial.
Perjalanan itu, tak pernah ia rencanakan. Seperti air, semua mengalir. Ia bahkan tak pernah bermimpi menjadi ketua gerakan sosial. Dia sadar, menjalani kegiatan sosial tak mudah. Perlu pengorbanan. Apalagi menilik penampilannya yang unik.
"Saya yakin dengan penampilan seperti ini, dikira pemabok dan peminum. Tidak mungkin berjiwa sosial. Tapi Tuhan panggil saya," ungkapnya.
Tim Sosial Bakmie Loncat Beraksi
Keterlibatan Tim Sosial Bakmie Loncat dimulai 2017. Saat itu temannya menyatakan ada seorang perempuan mengalami patah kaki dan perlu biaya sekitar Rp600 juta.
Perempuan itu mengenal Amen via media sosial, karena lelaki ini kerap live di Facebook memperkenalkan brand Bakmie Loncat miliknya. Dia pun dianggap Tionghoa yang cukup terkenal di media sosial.
"Terkumpul uang Rp600 juta dalam waktu tiga hari. Di situ mulanya," kenang Amen.
Sejak itulah, Tim Sosial Bakmie Loncat terus bergerak melakukan santunan sosial. Kegiatan-kegiatan sosial mereka semakin dapat dukungan. Banyak pengusaha jadi donatur. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan dunia. Amen sebagai inisiatornya. Salah satu donatur tetap Tim Sosial Bakmie Loncat adalah Fuidy Luckman. Amen menyebut lelaki berkaca mata itu sebagai Dewa Uang.
"Chaisen orang Chinese bilang. Dia dewa duit," ujar Amen tertawa.
Baca Juga: Rapor Daihatsu: Raih Peringkat Kedua Pasar Otomotif Nasional Semester Pertama
Hingga saat ini, aksi sosial Bakmie Loncat terus berkontribusi memberi bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Mereka tak pandang suku dan agama. Setiap malam, Amen menyapa warga di media sosial. Medsos jadi media perantara, dapat berbagai aduan masalah sosial.
Relawan Tim Sosial Bakmie Loncat tersebar di berbagai wilayah. Mereka tak digaji, namun bekerja dengan hati. Amen sebagai pencetus Gerakan Sosial Bakmie Locat, telah merasakan berkah menolong orang banyak.
Ia merasa, hidupnya kini lebih bermanfaat untuk umat. Di usianya yang mulai senja, Amen sudah tak mau muluk-muluk hidup bergelimang harta dan kekuasaan. Baginya, terpenting saat ini bisa membantu sesama.
"Kita kaya sudah tak bisa. Usia sudah tua. Yang penting, badan sehat dan cukup makan saja," ungkapnya.
Lahir dari Keluarga Sederhana
Amen lahir di Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang pada 1966. Dia anak ketiga dari pasangan Hok Lo dan Fit Siu Chin. Ayahnya seorang sinshe atau tabib China. Sementara ibunya, adalah nyonya rumah tangga. Sejak kecil, Amen sudah merasakan hidup serba kekurangan.
Berita Terkait
-
5 Dessert Unik dari Kimpul ala Ibu Tin, Ada Boba hingga Dubai Chewy Cookie!
-
Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB
-
Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK di Bogor, Wamen ATR/BPN Minta Publik Tak Berspekulasi
-
5 Fakta Kacang Benguk, Kenapa Tak Sepopuler Kedelai untuk Bikin Tempe?
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut