SuaraKalbar.id - Sebanyak 15 tenaga kesehatan (nakes) terpapar COVID-19. Sehingga layanan rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Muhammad Jamaludin I di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat terpaksa ditutup sementara.
Mereka yang positif COVID-19 dokter spesialis di rumah sakit satu-satunya di Kayong Utara tersebut.
"Yang terpapar ini sudah hampir merata, jadi saya tidak bisa menyebutkan jumlah, karena hasil PCR keluar cukup lama. Perkiraan saya dalam satu bulan ini saja yang terdata ada 15 nakes terkonfirmasi positif COVID-19," ujar Direktur RSUD Sultan Muhammad Jamaludin dr Maria Fransisca Antonelly saat dihubungi di Sukadana, Minggu (8/8/2021).
Untuk itu, pelayanan di klinik spesialis anak, klinik spesialis kandungan dan kebidanan, klinik spesialis bedah, klinik gigi, dan klinik spesialis penyakit dalam terpaksa ditutup untuk mengurangi penyebaran COVID-19.
"Untuk pelayanan rawat jalan spesialis memang belum bisa kami layani, karena dokter spesialisnya terkonfirmasi dan sedang isolasi mandiri. Untuk gawat darurat dan rawat inap, dan ICU, tetap berjalan, klinik gigi juga masih kita buka," tambahnya.
Selain itu, pelayanan surat menyurat juga dibatasi oleh pihak manajemen rumah sakit untuk mengurangi kontak orang sehat dengan yang terpapar COVID-19,
"Mengingat jumlah nakes kami terbatas. Oleh karena itu, kami menyampaikan untuk sementara waktu pelayanan praktik rawat jalan, pembuatan surat keterangan kesehatan dan surat keterangan bebas narkoba tidak dapat kami layani sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut,"jelasnya.
Ia mengajak semua pihak untuk terus ketat menjalankan protokol kesehatan guna mencegah meluasnya COVID-19.
“Mari terus menerapkan protokol kesehatan sebagai ikhtiar kita mencegah tertularnya COVID-19,” ucapnya. (Antara)
Baca Juga: Daftar Reaksi Tubuh Setelah Vaksin Moderna
Berita Terkait
-
Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar
-
Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah