SuaraKalbar.id - Pendi, seorang nelayan hilang kontak usai menjalani hukuman di Malaysia. Pria itu dikabarkan belum kembali ke Tanah Air hingga pihak keluarga minta bantuan.
Pendi merupakan nelayan asal Kabupaten Bintang, Kepulauan Riau (Kepri). Nelayan hilang usai tersandung kasus hukum di Negeri Jiran pada 2020.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan Pesisir (Binsir), Umar Husen mengungkap kejadian yang dialami Pendi.
Menurut keterangan sang istri, Pendi ditahan karena tak sengaja masuk Peraian Malaysia. Pria asal Desa Mantang Lama itu ditahan APMM dikarenakan kapal yang ditumpanginya mengalami kerusakan lalu mesinnya mati dan hanyut masuk ke perairan Malaysia pada September 2020.
"Korban sudah menjalani sidang dan dijatuhi hukuman selama lima bulan kurungan penjara," kata Umar, Rabu (11/8/2021) seperti dikutip dari Batamnews.co.id (jaringan Suara.com).
Umar menyebut jika vonisnya lima bulan maka seharusnya korban sudah bebas sejak Juli 2021. Namun hingga Agustus ini, Pendi belum juga ada kabarnya.
Pihak keluarga meminta pemerintah dapat membantu mencari Informasi keberadaan suaminya tersebut.
"Korban itu di hukum sampai bulan Juli, tapi sudah masuk Agustus, tidak ada kabar," sebutnya.
Sebenarnya sewaktu kejadian itu, korban bersama dengan adiknya Gani. Korban sebagai tekong dan adiknya ABK.
Baca Juga: Basarnas Hentikan Pencarian Warga yang Hilang Saat Ziarah Kubur di Limapuluh Kota
Namun adiknya dipulangkan ke Indonesia sementara korban harus menjalani sidang dan hukuman. Pihak keluarga di Desa Mantang Lama sudah mulai resah karena tidak mendapati kabar korban lagi.
Apesnya, mereka juga hilang kontak dengan pengurusnya yang berada di Malaysia.
"Semoga korban segera ditemukan dan pulang ke kampung halamannya. Kita minta juga peran pemerintah dalam melindungi nasib nelayan-nelayan seperti ini," kata Umar.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Sekretaris dan Bendahara Bawaslu Pegunungan Arfak Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah
-
Jangan Sepelekan Suara Serak, Ini Penjelasan Dokter
-
Transaction Banking BRI Tumbuh Kuat, Perkuat Struktur Pendanaan dan Dana Murah Perseroan
-
Bibit Siklon Tropis 90S Berpotensi Jadi Badai, Ini Peringatan BMKG
-
Gangguan Bicara Bisa Jadi Tanda Masalah Pendengaran Anak, Ini Penjelasan Dokter