Ilustrasi donat favorit. (Shutterstock)
5. Produk tren
Untuk jenis produk kuliner ini, pelaku usaha perlu mengikuti tren yang sedang berkembang di bisnis kuliner. Misalnya, salah satu tren produk kuliner saat ini adalah makanan Korea siap saji, yang memudahkan pembeli untuk menyantapnya di mana saja dan kapan saja.
Beberapa pilihan makanan Korea siap saji di antaranya Tteokbokki, sundae, odeng, ramyun dan lain sebagainya. Umumnya cara penyajian juga cukup mudah, dengan merebus atau memasukannya dalam microwave.
(Dini Afrianti Efendi)
Berita Terkait
-
Penasaran Gerobak Mie Ayam Identik dengan Warna Biru? Ternyata Ini Awalnya
-
Mau Jualan Online Produk Kuliner? Ini 5 Rekomendasi Produk yang Paling Dicari di Ecommerce
-
Menikmati Kuliner Serasa di Pulau Dewata Bali di Dusun Bambu
-
Aksi Wanita Beli Makanan di Toko Kelontong Korea, Warganet: Magelangan Versi Korea
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset
-
ASUS ExpertBook Ultra Diklaim Jadi Laptop Bisnis Flagship dengan AI 50 TOPS
-
Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja
-
Lima Perusahaan Kena Sanksi Karhutla Kalbar, Izin Dibekukan dan Wajib Pulihkan Lingkungan
-
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026, UMKM Tetap Jadi Penopang Utama