SuaraKalbar.id - Semakin berumur, hubungan seksual bisa makin memuaskan. Hal ini diungkapkan lewat survei terbaru yang dilakukan pada 2.000 orang Amerika berusia 50 ke atas.
Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa 45 persen dari kelompok lanjut usia mengaku memiliki seks terbaik dalam hidup mereka seiring bertambahnya usia.
Bahkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa satu dari delapan responden berhubungan seks setidaknya lima kali seminggu.
Dilakukan oleh OnePoll atas nama LELO, survei menemukan bahwa 35 persen secara mengejutkan lebih intim daripada sebelumnya dan jumlah yang sama mengatakan dorongan seks mereka lebih tinggi daripada ketika mereka masih muda.
Lebih dari sepertiga orang yang berusia di atas 50 tahun ingin lebih intim tetapi tidak punya waktu (38 persen) dengan alsan kemungkinan karena 42 persen mengaku 'selalu bekerja', 39 persen tinggal bersama orang lain atau sering datang bersama keluarga.
Sementara setengah dari responden yang tinggal hanya dengan pasangan dan anak-anaknya sudah memiliki kehidupan sendiri mengatakan kehidupan seks mereka telah meningkat secara drastis.
Meskipun beberapa orang Amerika berusia 50 tahun ke atas tidak memiliki banyak waktu untuk berhubungan intim seperti yang mereka inginkan, lebih dari setengahnya mengatakan bahwa mereka memanfaatkan waktu luang mereka dengan berhubungan intim dengan pasangannya (56 persen).
Sedangkan tempat paling populer di rumah untuk melakukan hubungan seksual adalah kamar tidur (69 persen) dan ruang tamu (48 persen), satu dari empat lansia mengaku sedikit mencoba berpetualang di ruang cuci atau di tangga.
“Meskipun kami tidak melihat banyak orang dewasa yang lebih tua menjadi romantis secara seksual di media, itu tidak berarti mereka tidak menikmatinya juga,” kata Luka Matutinovic dikutip Suara.com
Baca Juga: Cara Mengambil Kondom di Vagina yang Nyangkut Setelah Hubungan Seksual
Tapi, satu dari delapan mengatakan mereka akan merasa tidak nyaman berbicara dengan pasangannya tentang perubahan gairah seks mereka.
“Mitos seputar itu terkait dengan ketidaknyamanan orang dengan penuaan. Tapi, keintiman datang dalam bentuk yang berbeda seiring bertambahnya usia dan itu bisa sama memuaskannya."
Empat puluh dua persen dari mereka yang memiliki dorongan seks rendah takut hal itu akan menghancurkan hubungan mereka.
Orang Amerika berusia 50 tahun ke atas menikmati ikatan dengan pasangannya secara non-seksual dengan menonton film (53 persen) makan malam intim (46 persen) atau berjalan-jalan (44 persen).
Seorang responden mengatakan, keluar malam menikmati kebersamaan satu sama lain membantu memicu keintiman. Sementara yang lain mengatakan penting untuk saling mengingatkan bahwa mereka masih saling mencintai.
“Perubahan yang menyertai penuaan membuat wanita dan pria berkomunikasi lebih banyak, menjadi lebih kreatif, memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi, yang mengarah pada mendapatkan jenis kepuasan yang tepat,” tambah Matutinovic.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
Terkini
-
Bulog Kalbar Tingkatkan Penyerapan Gabah di 2026, Stok Beras Dipastikan Aman
-
75 Persen Masjid di Indonesia Bermasalah dengan Pengeras Suara
-
Sejumlah Lahan di Pontianak Diduga Dibakar, BPBD Temukan Ini
-
Peringatan BMKG: Waspada Potensi Karhutla Kalimantan Barat 26 Januari-1 Februari 2026
-
Dirut BRI Tekankan Prospek Fintech Pembayaran dan Penguatan Risiko Lending di WEF 2026