SuaraKalbar.id - Sebaran kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kembali melonjak per hari ini, Rabu (20/10/2021). Secara mengejutkan, sejumlah kasus tersebut dibawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru saja pulang dari Malaysia.
Tercatat pada hari ini, ada 84 kasus terkonfirmasi positif. Dari total tersebut, penyumbang terbanyak berasal dari Kabupaten Sambas sejumlah 29 kasus.
"Hari ini, Kalimantan Barat tambah 84 kasus Covid-19. Sambas tertinggi, mencapai 29 kasus per hari ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson pada Rabu malam.
Harisson melanjutkan, 29 kasus di Kabupaten Sambas itu berasal dari PMI yang baru kembali dari Sarawak, Malaysia melalui pintu resmi perbatasan di Aruk, Sajingan, Sambas.
Baca Juga: Geger! Anak Bantai Ibu Kandung di Sambas Kalbar, Seorang Tetangganya Juga Dibunuh
"Untuk kasus di Sambas, mereka ini semuanya PMI warga Sambas yang baru pulang dari Sarawak," kata Harisson.
Awalnya, dia mengemukakan, ada 34 PMI pelintas batas dari Sarawak yang melewati pemeriksaan sesuai protap Covid-19 di KKP Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sajingan.
Dari 34 PMI, 29 dari mereka yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan PCR.
"Saat ini, 29 PMI yang positif sedang diisolasi di asrama BKD di Sambas. Setelah sepuluh hari mereka akan diswabs PCR lagi, bila negatif mereka boleh pulang ke kediaman masing-masing," ujarnya.
Jalur atau pintu pintu resmi di Kalbar seperti PLBN Aruk, PLBN Entikong dan PLBN Badau relatif bisa dikontrol oleh Satgas Covid-19 Perbatasan.
Baca Juga: Pembunuhan Sadis di Sambas, Anak Bunuh Ibu Kandung di Ruang Keluarga
PMI yang melintas di jalur resmi dikarantina dan dilakukan swabs PCR dahulu untuk memudahkan pengawasan.
Tetapi, kata Harisson, Kalbar agak kewalahan dengan jalur masuk pelintas batas atau PMI dari jalur-jalur tikus. Lantaran itu, kondisi ini harus terus secara maksimal diwaspadai oleh Satgas Covid-19 Kabupaten di perbatasan.
"Daerah perbatasan harus hati-hati. Terutama menjaga pelintas batas yang keluar masuk melalui jalur-jalur tikus," ujarnya.
Hingga sampai saat ini hasil new all record (NAR), total kasus konfirmasi di Kalbar mencapai 40.800 orang.
Kasus aktif sebanyak 193 orang atau 0,47 persen, kasus sembuh sebanyak 39.554 orang atau 96.94 persen dan kasus konfirmasi meninggal sebanyal 1.053 orang atau 2.58 persen.
Kontributor : Ocsya Ade CP
Berita Terkait
-
Media Malaysia: Jordi Amat Diincar 2 Klub Indonesia
-
Cara Menonton Serial Malaysia Bidaah Gratis, Viral di TikTok Gegara Walid
-
Sinopsis dan Daftar Pemain Bidaah, Drama Malaysia yang Viral di Media Sosial
-
Sugianto, PMI di Korsel Dilabeli Pahlawan Tersembunyi, Diangkat Jadi Duta di Indonesia
-
Penyaluran KUR Pekerja Migran Pindah ke BP2MI: Ini Kata Menteri UMKM
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Desa Wunut Bagikan THR dan Jaminan Sosial, Bukti Nyata Inovasi Desa Berkat Program BRI
-
Panduan Jelajah Bukit Kelam: Destinasi Wisata di Sintang yang Menakjubkan
-
Mengenal Tradisi Gawai Dayak: Tempat Liburan Sekaligus Menyelami Budaya Lokal
-
Rute Perjalanan Darat dari Pontianak ke Kapuas Hulu: Apa yang Perlu Kamu Siapkan?
-
Kuliner Khas Kalimantan Barat: 7 Makanan yang Wajib Dicoba Saat Liburan