SuaraKalbar.id - Kebakaran yang terjadi di Jalan Kota Baru Ujung, Kabupaten Kubu Raya, habiskan 3 buah ruko, 1 diantaranya toko elektronik yang ludes terbakar pada Rabu (23/3/2022).
Agus Haryanto satu diantara Damkar Kubu Raya menjelaskan, jika dirinya mendapatkan informasi melalui grup WhatsApp dan juga melalui frekuensi radio saluran pemadam, usai mendapatkan informasi tersebut dirinya beserta rekan damkar lainnya langsung menuju ke lokasi tersebut.
"Api diduga berasal dari konsleting listrik dari tiang listrik yang berada di depan ruko, sehingga merembet ke toko elektronik dari depan dan merembet ke ruko-ruko lainnya, untuk sementara ini ruko elektronik ludes, ruko ayam geprek 50 persen, ruko sembako hanya terkena imbas," katanya usai ditemui langsung di Tkp.
Pada saat melakukan proses pemadaman dirinya mengakui sempat terkendala pada minimnya sumber air yang ada di lokasi, sehingga memerlukan bantuan dari beberapa mobil tangki.
"Sulitnya mencari sumber air di lokasi sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk memadamkan api teesebut, dari jam 4 subuh sampai sekarang jam 8 pagi baru bisa di padamkan," jelasnya.
Sementara itu Tomi yang merupakan Korban (Pemilik Toko Elektronik) mengatakan, jika pada saat kejadian dirinya sedang berada dirumah dan ruko memang dalam keadaan kosong pada saat itu.
"Saat kejadian saya sedang berada di rumah saya, saya tidak tinggal di ruko, karena ruko itu memang khusus untuk barang-barang elektronik dan di lantai 2 juga untuk barang-barang elektronik," terangnya.
Usai mendapatkan informasi dari warga setempat sekitar pukul 04.30 WIB , dirinya langsung menuju ke lokasi untuk segera menyelamatkan apa yang bisa terselematkan. Namun sayang, dirinya tak bisa menyelamatkan harta benda sehelaipun.
"Saya terbangun setengah 03.00 wib karena asam lambung saya naik, habis itu jam 03.00 wib lewat dikit saya langsung terlelap, sekitar jam 04.00 wib ada yang menelpon saya bahwa mengabarkan jika ruko saya kebakaran, dan saya pun langsung bergegas ke sana untuk menyelamatkan barang-barang saya. Namun sayang tak ada 1 barang pun yang sempat di selamatkan," terangnya.
Tomi juga mengatakan jika kerugian yang dialami mencapai Rp 1 Miliyar lebih, karena dirinya baru memasukkan stok barang mengingat jelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.
"Isinya didalam barang elektronik lengkap dari yang kecil hingga yang besar, taksiran lumayan besar, karena saya baru masukkan barang, kan ini jelang bulan Ramadhan dan lebaran ya makanya saya masukkan barang baru, Rp 1 Miliyar lebih lah kerugian nya," ucapnya.
Usai melakukan olah TKP, Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Jatmiko menjelaskan, jika api berasal dari toko elektronik dan belum mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran tersebut.
"Bahwa kami sudah melakukan olah Tkp bahwa yang sudah kami dapat adalah api berasal dari toko elektronik, untuk penyebab pasti nya masih kami dalami karena toko tersebut dalam keadaan kosong, dugaan sementara konsleting listrik," terangnya.
Dirinya kemudian mengimbau, kepada seluruh masyarakat agar sebelum meninggalkan rumah pastikan semua listrik dalam keadaan aman dan tak lupa juga dirinya mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang ada ada agar selalu waspada dalam meninggalkan rumah dengan keadaan kosong.
"Untuk masyarakat agar sebelum meninggalkan ruko atau rumah sebelum tidur pastikan listrik dalam keadaan aman, pastikan juga kembali pintu-pintu dalam keadaan terkunci, sehingga dapat meminimalisir terjadinya pencurian bukan hanya sekedar mengingatkan terjadinya musibah kebakaran, tetapi kami juga tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada," pungkasnya.
Kontributor: Rabiansyah
Berita Terkait
-
Jelang Ramadhan, Kota Bandung Pasang Target Turun Status ke PPKM Level 2
-
Diduga Korsleting Listrik Ruko di Wanasalam Lebak Terbakar, Pemilik Loncat Hingga Luka-luka
-
Penderita Hipertensi Hindari Jenis Makanan Ini di Bulan Ramadhan
-
Perbolehkan Masyarakat Mudik Lebaran Tahun Ini, Tapi Pemerintah Belum Godok Aturannya
-
Aturan Jelang Ramadhan Akan Diperketat, Warganet Kesal: Kalau MotoGP Bebas Gitu?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah