- Dinas Kesehatan Kayong Utara mencatat 934 kasus ISPA akibat asap karhutla dari akhir Mei hingga awal Agustus 2026.
- Puskesmas Teluk Batang melaporkan jumlah kasus infeksi saluran pernapasan paling tinggi di wilayah tersebut secara kumulatif.
- Kepala Dinas Kesehatan mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan, memakai masker, dan segera berobat jika mengalami gangguan pernapasan.
SuaraKalbar.id - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mencatat 934 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode akhir Mei hingga awal Agustus 2026. Lonjakan kasus terjadi di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara dr. Maria Fransisca mengatakan kondisi udara yang kurang baik membuat masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Menyikapi kondisi kualitas udara yang kurang baik yang disebabkan karhutla, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah," kata Maria di Sukadana, Senin.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, 934 kasus ISPA tercatat sejak minggu ke-22 hingga minggu ke-30 tahun 2026, atau pada periode 31 Mei hingga 1 Agustus.
"Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, sebanyak 934 kasus ISPA tercatat selama periode minggu ke-22 hingga minggu ke-30 tahun 2026, yakni 31 Mei hingga 1 Agustus," katanya.
Kasus tertinggi tercatat pada minggu ke-23 dengan 184 kasus. Sementara jumlah terendah terjadi pada minggu ke-28, yakni 49 kasus.
Memasuki minggu ke-30, kasus kembali mengalami peningkatan. Tercatat 83 kasus, naik dari 72 kasus pada minggu ke-29.
Puskesmas Teluk Batang Tertinggi
Secara kumulatif, Puskesmas Teluk Batang menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah kasus ISPA terbanyak, yakni 363 kasus.
Puskesmas Sukadana berada di urutan berikutnya dengan 309 kasus, disusul Puskesmas Siduk sebanyak 159 kasus.
Baca Juga: Belanja Pegawai Dibatasi 30 Persen APBD, Ria Norsan Minta Ada Solusi Pembiayaan PPPK
Sementara itu, Puskesmas Teluk Arum mencatat 34 kasus, Teluk Melano 21 kasus, Dubes 16 kasus, serta Sungai Paduan dan Tanjung Satai masing-masing 15 kasus.
Puskesmas Padang mencatat satu kasus. Adapun Puskesmas Matan dan Pelapis tidak mencatat kasus ISPA dalam periode tersebut.
Dinas Kesehatan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kualitas udara yang buruk, khususnya terhadap kesehatan saluran pernapasan.
Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dianjurkan untuk mengurangi paparan asap dan partikel dari kebakaran hutan dan lahan.
“Kenakan masker bila harus bepergian keluar rumah, minum air putih yang cukup, dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan jika sudah terjadi gangguan pada saluran pernapasan seperti batuk, nyeri menelan ataupun sesak napas,” katanya.
Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mencukupi kebutuhan cairan dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Berita Terkait
-
Belanja Pegawai Dibatasi 30 Persen APBD, Ria Norsan Minta Ada Solusi Pembiayaan PPPK
-
Ria Norsan Ajak Generasi Muda Perkuat Karakter Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman
-
Keluhan Warga Sungai Laur Ditindaklanjuti, Pertamina dan Pemprov Kalbar Siap Salurkan BBM Bersubsidi
-
Inpres Jalan Daerah Perkuat Konektivitas Kalbar, Pemprov Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat
-
RLS dan HLS Kalbar Meningkat, Pemprov Perkuat Akses Pendidikan di Daerah
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026