SuaraKalbar.id - Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat kualitas udara kian menurun, begitu pula jarak pandang yang kian terganggu.
Roni, warga Pontianak mengatakan, jika dampak udara tak sehat ini sudah dirasakan beberapa hari terakhir, dirinya mengaku sesak, terlebih ia memang memiliki riwayat penyakit asma.
"Saye ni ade penyakit asma, kalau dah cuaca seperti ini saya khawatir kambuh lagi asma saya," ucapnya, Senin (4/4/2022).
Menurutnya, udara tidak sehat itu dirasakan mulai Sabtu kemarin (2/4) saat sholat tarawih, aroma asap tercium jelas sehingga mengganggu pernafasanya.
"Kuat dah bau asap nye ni," ujarnya.
Roni pun berharap, hujan segera turun sehingga udara di Kota Pontianak dan sekitarnya kembali membaik, dan memberikan hawa sejuk terlebih pada siang hari yang dinilainya sangat panas
Sementara itu, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pontianak, Septikasari mengatakan bahwa memang benar, menurut data yang di dapat oleh pihaknya, pada tanggal 3 April 2022, saat ini kualitas udara di beberapa wilayah tersebut sangat kurang baik.
"Kondisi kualitas udara selama 24 jam terakhir untuk nilai maksimum wilayah Kabupaten Kubu Raya terjadi pada pukul 15.00 wib yaitu sebesar 96 poin 60 mikrogram per kubik, dimana masuk dalam kategori tidak sehat, sedangkan untuk kabupaten mempawah nilai maksimum terjadi pada pukul 02.00 wib yaitu sebesar 132 poin 40 mikrogram per kubik dimana masuk dalam kategori berbahaya," katanya.
Terpantau di Kalbar, saat ini ada 187 titik hotspot, maka dari itu kondisi udara dan jarak pandang saat ini terganggu.
Baca Juga: Kenali Apa Gejala Awal Penyakit Asma yang Bisa Muncul, Cek di Sini
"Dari data tanggal 3 April - 4 April ada 187 titik hotspot, yakni di Kabupaten Mempawah 61 titik, Kubu Raya 56 titik, Ketapang 16 titik, dan Kota Pontianak 24 titik," tuturnya.
Hujan akan berpotensi terjadi yang di perkirakan dari data BMKG pada tanggal 6 April hingga 8 April 2022.
"Dengan adanya potensi hujan tersebut, dapat mengurangi dampak karhutla, namun demikian masih perlu di waspadai adanya potensi mudahnya terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayab Kalbar," tuturnya.
Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
"Seperti membakar sampah, habis itu ditinggalkan tidak dijaga, membuang puntung rokok sembarangan di lahan gambut," paparnya.
Kontributor: Rabiansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut