Scroll untuk membaca artikel
Bella
Sabtu, 16 April 2022 | 19:30 WIB
Syamhudi memperlihatkan larva lalat  atau Black Soldier Fly (BSF) di lahan miliknya di Kelurahan Siantan Hilir, Pontianak Utara, Kalimantan Barat, Sabtu(16/04/2022). Budidaya tersebut Selain berdampak pada lingkungan juga berhasil menjadi solusi penopang kehidupannya hingga meraup untuk belasan juta per bulan. (Suara.com/Diko Eno)

Syamhudi menambahkan, hingga kini lahan budidaya maggot miliknya hanya berukuran 64 meter per segi dan dengan ukuran luas kandang 5 meter per segi. Dari ukuran itu, Syamhudi katakan bisa menghasilkan telur lalat tentara hitam itu  100 gram per hari.

"Dari maggot ini kita juga sudah mengambil bagian dari gerakan peduli lingkungan, dan juga gerakan ketahanan pangan,karena pupuk juga kita sudah tidak beli dan hasil budidayanya bisa kita konsumsi untuk skala pasar,"pungkasnya.


Kontributor: Diko Eno

Baca Juga: Reputasi Brand Anggota Boy Group Bulan April 2022 Resmi DiRilis, G-Dragon Masuk Top 3!

Load More