SuaraKalbar.id - Seorang siswi SMP berinisial YI di Kabupaten Kupang melaporkan pacarnya yang tidak mau bertanggung jawab usai dirinya diketahui hamil tujuh bulan. Siswi berusia 13 tahun tersebut melaporkan JTh alias Jems (18) yang merupakan pacarnya.
Korban mengadukan persoalan tersebut ke Polres Kupang. Laporan kasus persetubuhan anak di bawah umur tersebut tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/112/V/2022/SPKT/Polres Kupang /Polda NTT.
Dikutip Digtara.com-jaringan Suara.com, YI mengaku disetubuhi sang pacar pada September dan Oktober 2021 lalu. Pada September 2021, korban disetubuhi pelaku di rumah korban di Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Sementara pada Oktober 2021, korban disetubuhi di rumah pelaku Jems.
Mengetahui anaknya mengandung, Ibu YI, NYI (52) melaporkan kasus ini ke Polres Kupang, karena pelaku enggan bertanggungjawab atas kehamilan korban.
Sementara itu, Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Kupang Ipda Kuswantoro membenarkan pelaporan tersebut.
Ia mengemukakan, kasus tersebut berawal dari korban dan pelaku yang menjalin hubungan pacaran. Pada September 2021, pelaku mendatangi kediaman korban.
“Pada saat itu, kedua orang tua korban sedang berada di Kupang,” ujar Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Kupang.
Untuk kali pertama, pelaku mengajak korban melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri di kamar korban. Pun kejadian tersebut berulang pada Oktober 2021.
Saat itu, pelaku mengajak korban ke rumah pelaku di Desa Pantulan. Keduanya kemudian melakukan hubungan badan layaknya suami istri.
Pasca menerima laporan kasus ini, polisi meminta keterangan dari sejumlah saksi dan membawa korban ke rumah sakit menjalani visum. Polisi kemudian menciduk pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Tag
Berita Terkait
-
Paman Biadap! Keponakannya yang Masih Siswi SD Disetubuhi hingga Hamil, Saat Orangtuanya Mencari Nafkah di Malaysia
-
Pulang Dari Acara Jumpa Pers Wartawan Kupang Dianiaya, Polisi Panggil Direksi dan Dewan Komisaris PD Flobamor
-
Pria Bejat Setubuhi Anak Tiri di Kuansing, Terungkap dari Laporan Tetangga
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Rakerwil ICDN Kalbar, Cendekiawan Dayak Didorong Jadi Aktor Utama Pembangunan
-
Meski Pasar Berfluktuasi, BRI Tetap Percaya Diri dengan Buyback Saham Rp500 Miliar
-
BRI Tegaskan Komitmen Jaga Kinerja dan Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham
-
Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran
-
Perbanas Menyatakan Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional