SuaraKalbar.id - Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu Adi Rahmanto, mengungkapkan bahwa terdakwa Dendi Irawan telah menerima uang sebesar Rp211 juta dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan Terminal Bunut Hilir di wilayah Kapuas Hulu.
"Terdakwa menerima aliran dana Rp211 juta dari Direktur CV Jaya Abadi dalam pekerjaan pembangunan Terminal Bunut Hilir tersebut," katanya di Putussibau Kapuas Hulu, Selasa.
Adi menerangkan, aliran dana yang mengalir kepada terdakwa Deni Irawan tersebut diungkap jaksa penuntut umum dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Pontianak, Selasa (24/5).
Dirinya mengungkapkan, dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum terdakwa Deni Irawan menerima aliran dana dengan cara transfer dari Direktur CV Abadi Jaya sebanyak dua kali sebesar Rp211 juta.
Selain itu masih dalam surat dakwaan yang dibacakan, berdasarkan perhitungan ahli, dalam kegiatan penimbunan atau pembangunan Terminal Bunut Hilir Tahun 2018 ditemukan pengurangan volume.
“Hanya sebagian kecil saja yang dilakukan penimbunan dengan tinggi timbunan yang tidak sesuai dengan ketebalan tanah yang ditentukan yang berarti terdapat kekurangan volume dalam penimbunan tanah sehingga menimbulkan kerugian negara," terang Adi.
Sementara itu, pelaksanaan sidang berikutnya direncanakan akan dilakukan pada tanggal awal Juni 2022 dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.
Proses persidangan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Kelas IIA Pontianak.
"Terdakwa Dendi Irawan sebelumnya sempat melarikan diri dari Rutan Kelas II B Putussibau dan bersembunyi di hutan Kecamatan Selimbau. Namun berkat koordinasi antar aparat penegak hukum, pelarian terdakwa berhasil dihentikan," kata Adi.
Baca Juga: 45 Finalis Puteri Indonesia Sambangin KPK
Dalam kasus Tipikor pembangunan Terminal Bunut Hilir Tahun Anggaran 2018, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu telah menetapkan empat orang tersangka yaitu Direktur CV Abadi Jaya, Lili Silvia dan pelaksana pekerjaan, Satriadi, kemudian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan proyek tersebut Gemiti dan pelaksana Dendi Irawan.
Berita Terkait
-
45 Finalis Puteri Indonesia Sambangin KPK
-
KPK Panggil Tersangka Kasus Korupsi Helikopter AW-101, Jhon Irfan Bakal Ditahan?
-
Legowo Dipanggil Koruptor, Angelina Sondakh Sudah Biasa Dihina Bertahun-tahun
-
Dipanggil Koruptor, Angelina Sondakh: Aku Udah Biasa Dihakimi, Dibuang dan Dihina
-
Angelina Sondakh Tak Persoalkan Dipanggil Koruptor: Aku Udah Biasa Dibuang
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah