SuaraKalbar.id - Dua pelaku penganiayaan warga di Melawi yang merupakan oknum anggota TNI akhirnya menjalani proses hukum dan sudah ditahan di Denpom Sintang.
Sementara itu, kedua orang tua dari korban mendiang Roni Krisno dan Paulus Rahmayuda, telah menerima uang duka dari keluarga pelaku, Rabu (1/6/2022).
Prosesi penyerahan uang duka yang dipusatkan di rumah jabatan Wakil Bupati Melawi itu disaksikan langsung oleh Ketua DAD Kabupaten Melawi yang juga menjabat Wakil Bupati Melawi, Kluisen.
Selain itu hadir juga menyaksikan Sekretaris DAD Melawi ,Yustinus Bianglala, Komandan Yonif 642/ Kapuas, Letkol Inf. A Trihatmoko, Dankipan A yonif 642/ Kapuas, Lettu Inf Hennry Budianto, Temenggung Kecamatan Nanga Pinoh, Bulun, para pengurus DAD Melawi, serta keluarga korban.
Dalam proses penyerahan uang duka tersebut, Ketua DAD Melawi, Kluisen menyambut baik atas penyelesaian kasus tersebut yang diakuinya banyak menyita perhatian publik.
"Persoalan ini kita anggap selesai, jadi tidak ada lagi tuntut menuntut lagi dikemudian hari," ungkapnya.
Dirinya mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan hari ini adalah menindaklanjuti hasil kesepakatan bersama yang telah disepakati pada tanggal 15 Mei 2022 lalu antar keluarga korban korban dan keluarga pelaku, dimana salah satu poinnya kelurga korban akan menerima berupa uang duka atau santunan, akhirnya dapat terealisasi pada hari.
"Terima kasih atas semua pihak yang telah ikut bersama sama dalam membantu menyelesaikan persoalan ini dengan baik," tambahnya.
Sementara itu, Bulun, Temenggung Kecamatan Nanga Pinoh juga menyampaikan terima kasih kepada Dewan Adat Dayak Kabupaten Melawi yang telah memberikan kesempatan kepada pihaknya untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan meninggalnya Roni Krisno dan penganiayaan terhadap Paulus Rahmayuda.
Baca Juga: Tak Terima Rekannya Ditunjuk-tunjuk, Juru Parkir Bacok Pengunjung Futsal di Jakbar
"Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih atas dukungan teman teman Temenggung, Tim Perumus, LBH DAD dan semua pihak yang telah membantu sehingga kita bisa sampai pada titik ini," kata Bulun.
Suwandi, Perwakilan pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada pihak DAD, Temenggung dan semua pihak dalam menyelesaikan persoalan ini. Sehingga dapat terselesaikan dengan musyawarah mufakat.
"Kami menerima dengan lapang dada. Tentu harapan kita semua, peristiwa seperti ini jangan sampai terulang kembali. Atas nama keluarga kami juga mohon maaf jika ada salah," kata Suwandi.
Berita Terkait
-
Tak Terima Rekannya Ditunjuk-tunjuk, Juru Parkir Bacok Pengunjung Futsal di Jakbar
-
Oknum TNI Mengaku-ngaku Polisi Lakukan Pemerasan di Tanjungpinang, Berdalih Penggerebekan Prostitusi Online
-
Kronologi Pemukulan Driver Ojol di Pekanbaru Berujung Rekan Geruduk Pelanggan
-
Driver Ojol Pekanbaru Dipukul Pelanggan Gegara Tak Dijemput di Titik Pesan
-
Rekan Dipukul, Ratusan Driver Ojol di Pekanbaru Geruduk Rumah Pelanggan
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Kenapa Parkir di Trotoar Masih Marak? Dishub Pontianak Gelar Razia Gabungan
-
Ingin Makeup Natural Sehari-hari? Ini 5 Foundation Terbaik yang Wajib Dicoba
-
5 Bedak Tabur Terbaik untuk Kulit Berjerawat, Ringan dan Tidak Menyumbat Pori
-
Bulog Kalbar Tingkatkan Penyerapan Gabah di 2026, Stok Beras Dipastikan Aman
-
75 Persen Masjid di Indonesia Bermasalah dengan Pengeras Suara